Google mengumumkan sistem DNS baru miliknya yang diklaim dapat meningkatkan kemampuan dan keamanan produk atau layanan internet menggunakan layanan Relevant Product/Services miliknya. Sistem DNS yang disebut sebagai Google Public DNS ini merupakan layanan resolusi gratis untuk Domain Name System global.
Google berinisiatif meningkatkan performa dan keamanan internet ini dilatari oleh melonjaknya volume permintaan layanan lookup miliknya yang ada saat ini.
"Dengan mengambil keuntungan dari pusat data global Relevant Products/Services dan infrastruktur penyimpanan dari Relevant Products/Services, kami dapat langsung melayani sejumlah besar dari permintaan pengguna tanpa perlu menggunakan pemecah DNS lain," jelas perusahaan tersebut. "Kami meluncurkan layanan percobaan ini untuk mengetes sejumlah cara baru untuk menyelesaikan tantangan yang berkaitan dengan DNS. Kami berharap dapat berbagi apa yan kami pelajari dengan pengembang dari pemecah DNS serta komunitas web yang lebih besar serta mendapatkan tanggapan mereka."
Melihat sepak terjang Google ini, sejumlah kalangan menyatakan kekhawatiran adanya agenda gelap dibalik peluncuran ini. Kekhawatiran utama mereka adalah mengenai data konsumen. Andrew Storms, direktur operasi keamanan dari nCircle Security adalah salah satunya. Ia menuturkan, "(Dengan) membuka halaman web para peramban (browser), dapat dengan mudah menghasilkana lusinan pertanyaan DNS . . . Meski pengguna memang hanya mengetik (alamat) para peramban mereka, nyaris setengah dari konten yang ada pada portal web populer manapun tidak dimiliki oleh web itu. (sehingga) Tiap permintaan atas konten ini akan melahirkan pertanyaan DNS."
Menggunakan teknologi ini, dapat dengan mudah dilihat bagaimana berbagai layanan publik dapat melepaskan ketegangan terhadap sistem. "Mereka yang mengatur server yang merespon terhadap pertanyataan DNS memiliki kemampuan untuk melihat dan memerhatikan apa yang tengah diminta," terang Storms.
Selain itu, Storm menambahkan, "Jika Google dapat menduduki persimpangan dari sebagian besar trafik internet, mereka akan memiliki informasi mengenai situs web apa yang tenagh dilihat, tak terkecuali pengguna Google ataupun tidak," jelas Storm.
Eka Santhika





