Pengguna situs jejaring sosial di Asia/Pacific mengindikasikan pertumbuhan pengguna perangkat bergerak yang terus melaju, dan berpotensi mengambil alih psoisis PC sebagai perangkat akses.
Di negara seperti Cina, India, Korea, dan Thailand, lbih dari 50% pengguna yang diwawancarai, mengakses jejaring sosial melalui ponsel sebagai kebiasaan mingguan, jelas IDC. Kebiasaan ini rupanya telah menyebar di pasar Cina dan Thailand, dimana 62% dan 65% pengguna biasanya mendapat peringatan berita dan pemberitahuan, menerima dan membalas pesan mengunggah foto, atau memperbarui status dab profil di jejaring sosial populer menggunakan peramban di ponsel.
Sebaliknya, Australia dan Singapura mendapat persentase kecil bagi pengguna yang mengakses jejaring sosial melalui ponsel, hanya terdapat 19% dan 25% pengguna yang melakukan login mingguan melalui peramban perangkat bergerak.
"Meratanya kepemilikan ponsel dibanfding PC di Cina, India dan Thailand telah mendorng popularitas akses jejaring sosial melalui ponsel." ujar Debbie Swee, Market Analyst, IDC Asia/Pacific Emerging Technologies Research. "Di Korea, masih terdapat penggunaan yang besar di ponsel, namun dengan laasan berbeda. Pasar Korea telah lebih ahli dlam tekonologi dan telah mencapai adopsi massal dari onternet bergerak jika dibandingkan dengan negara lain yang masuk dalam survey penelitian."
"Australia dan Singapore, meski juga telah menjadi pasar berteknologi lanjutan, nilai penting dan berlimpahnya PC dari ponsel, telah menciptakan kelembaman terhadap pengadopsian akses reguler perangkat bergerak ke jejaring sosial," tambah Debbie.
Lebih jauhm survey IDC ini mengindikasikan bahwa strategi harga dari operator perangkat bergerak, juga memungkinkan untuk menjaga para non-pengguna pergi dari jejaring sosial bergerak. Umumnya, pengguna yang belum pernah masuk jejaring sosial melalui ponsel, memuji tarif data yang mahal sebagai halangan utama. Biaya dari layanan ini dapat dalam bentuk mobile Internet, SMS atau akses MMS.
"Survey ini menemukan dan menunjukkan bahwa mobile phones dan mobile Internet menjanjikan perubahan peta jejaring sosial di wilayah Asia Pasifik. Terutama di pasar dimana penetrasi PC relatif rendah, ponsel memiliki potensi bahkan mengambil alih posisi PC sebagai cara alses jejaring sosial," terang Debbie.
Eka Santhika





