Pihak asuransi di kawasan Asia Pacific tengah mencari solusi TI untuk tetap kompetitif di pasaran, ujar laporan terbaru dari IDC.
Sementara pihak asuransi biasanya tertinggal dalam hal pengeluaran TI dan masih cenderung untuk melihat ke dalam, namun iklim ekonomi saat ini memaksa mereka untuk menciptakan kerangka kerja yang lebih dinamis lewat bantuan teknologi, jelas laporan tersebut.
IDC menyarankan perusahaan-perusahaan asuransi tersebut untuk melakukan eksplorasi terhadap perusahaan <i>outsourcing</i> TI terlebih dulu. Ini dilakukan untuk memastikan pihak bahwa pihak vendor menawarkan solusi sesuai kebutuhan perusahaan. JUga apakah vendor itu hal-hal yang berhubungan dengan kebutuhan perusahaan. Perlu diperhatikan pula apakah vendor juga menyediakan keleluasaan pilihan kostumisasi serta pilihan terhadap solusi sistem, apaka merek dapat menyediakan sistem tunggal atau berlapis. Penting juga untuk diperhatikan mengenai rekam jejak vendor tersebut dari klien sebelumnya.
Vendor teknologi juga perlu mengidentifikasi ceruk atau segmen yang belum terjemah vendor lain dimana mereka bisa mengambil peranan disana, jelas IDC. Mereka perlu memahami keadaan industri asuransi serta pergeseran demografik dari kliennya.
Menurut IDC, vendor mesti membantu pihak asuransi dalam membangun kegesitan dan efisiensi. Selain pihak vendor juga dapat membantu mengatur hubungan dalam ekosistem perusahaan, lewat penyediaan informasi yang lebih detail sehingga menghasilkan pengertian lebih baik dan membantu membuat keputusan bisnis yang lebih cerdas dan menguntungkan.
Eka Santhika





