• Minggu, 14 Maret 2010, 23:39
Newsletter


SDA Asia Magazine Digital
      

Write for Us!

News
Microsoft Lakukan Dynamics CRM Dengan Twitter

Microsoft memadukan Twitter ke dalam perangkat lunak Dynamics CRM-nya (customer relationship management) seperti diberitakan IDG News Service. Sebuah langkah baru yang dilakukan Microsoft untuk menghubungkan diri dengan layanan micro-blogging populer tersebut.

Selain itu, integrasi ini juga dilakukan untuk mendorong penjualan dan database dari pengguna Dynamics. Username yang terdapat pada Twitter, dapat dikonversi ke dalam rekaman data pelanggan di Dynamics CRM atau pada pimpinan pelangan. Sehingga lebih banyak data yang dapat ditambahkan di kemudian hari, seperti nomor telepon pengguna misalnya.

Akselerator jejaring sosial ini, menambahkan tiga modul add-on baru untuk mendukung Dynamics CRM. Tiga modul ini akan memisahkan dan mengelompokkan pesan-pesan yang berseliweran di Twitter. Diskusi tentang Dynamics user perusahaan, menjadi salah satu sasaran, selain menyediakan berbagai perangkat yang beragam untuk menganalisanya.

Sayangnya Perangkat lunak ini hanya kompatibel dengan Twitter. Namun Microsoft berebcana untuk menghubungkannya dengan jejaring sosial lainnya. Sebelumnya Salesforce.com, pesaing Microsoft, telah mengumumkan CoTweet di bulan Maret. CoTweet dibangun untuk menggali potensi Twitter sebagai CRM.

Modul lainnya yang diediakan microsoft adalah modul yang membantu pelangan mengatur kesempatan pemasaran bersama seorang rekan, dan modul terakhir adalah untuk menghubungkan sistem Dynamics CRM ke portal perusahaan.

Twitter sesungguhnya dapat menolak memasuki arena permainan CRM ini, jelas Jeremiah Owyang, analis Forrester Research. Ia berspekulasi dalam blognya
bahwa Twitter dapat menolaknya melalui layanan berbayar yang mengamati dan menganalisa percakapan seputar nama produk tertentu.

Di sisi lain, masuknya Microsoft ke dalam strategi akselerasi ini memunculkan sebuah tren: bagaimana vendor perangkat lunak tradisional merespon kebangkitan SaaS (software as a service), yang ditandai dengan pembaruan kecil berkala, dibandingkan rilis besar setahun atau dua tahun sekali.


Eka Santhika

 
Other News
 
 
Article
 
Feature