Tantangan terbesar yang berhubungan dengan infrastruktur TI berkaitan dengan besaran biaya untuk mengatasi kondisi pasar yang terus berubah. Pebisnis menganggap biaya untuk infrastruktur TI sangat tinggi.
Permasalahan dan tantangan tersebut menuntut perusahaan untuk menjadi lebih dinamis sesuai dengan kebutuhan industri manufaktur dan distribusi. Menurut Loh Khai Peng, Managing Director HP Indonesia, tantangan dan permasalahan yang dihadapi oleh industri manufaktur dan distribusi meliputi semakin tingginya kebutuhan terhadap inovasi yang disebabkan oleh bertambahnya pelanggan dan makin beragamnya kebutuhan. Ia menambahkan, pelanggan sekarang ini semakin selektif.
Sementara itu, kompetisi bisnis di Indonesia semakin ketat. Hal ini dirasakan terutama oleh perusahaan yang berada di negara dengan pendapatan rendah seperti Indonesia. Hal ini dipicu oleh akin tingginya biaya untuk bahan baku dan penggunaan energi, kebutuhan supply chain yang dinamis, semakin terbatasnya kewenangan, konsolidasi industri untuk perluasan pasar dan pengurangan pembiayaan, laju bisnis secara keseluruhan yang semakin cepat, dan dorongan adanya efisiensi dalam setiap eksekusi menambah ketatnya bisnis.
"Untuk memenangkan kompetisi dan meraih pertumbuhan yang menguntungkan, perusahaan manufaktur dan distribusi dituntut untuk mampu mengembangkan produk yang inovatif guna memperluas pasar," ujar Loh Khai Peng. Ia menyatakan, dibutuhkan kemampuan berkolaborasi untuk menjadikan kebutuhan dan supply chain lebih efisien.
Widia Yurnalis






