Hanya 3% orang yang mendaur ulang perangkat bergerak mereka. Dalam survei yang dilakukan oleh Nokia, kendati banyak orang yang memiliki perangkat bergerak yang sudah usang di rumah, namun mereka sudah tidak pernah lagi menggunakannya.
Dari survei tersebut, rata-rata orang memiliki lima perangkat bergerak, dan hanya sedikit yang mendaur ulangnya. Sementara itu, 44% dari pihak yang disurvei cenderung tidak menggunakan perangkat yang sudah usang tersebut.
Sementara itu, 74% responden menyatakan tidak pernah berpikir mengenai daur ulang ponsel mereka. Di lain pihak, 72% konsumen menyatakan, daur ulang membuat perbedaan dan dampak pada lingkungan. Fenomena ini konsisten di beberapa negara, seperti di Indonesia (88%), India (84%), Brazil, Swedia, Jerman, dan Finlandia (78%).
Berdasarkan keterangan dari Nokia, 80% ponsel buatan vendor ini dapat didaur ulang dan materi tertentu dari ponsel ini dapat digunakan kembali untuk membuat produk baru seperti ketel dapur, bangku taman, bahkan saxophone.
Dengan demikian, secara global, orang-orang yang disurvei Nokia tidak mengetahui bahwa ponsel mereka dapat didaur ulang.
Widia Yurnalis





