SingaporeSDA AsiaIndiaSDA India

  • Minggu, 12 Oktober 2008, 23:59
Newsletter


SDA Asia Magazine Digital
          Vol.24/25
      

Write for Us!

JAX Asia 2008 - Conference for Enterprise Java, Enterprise Architectures and SOA
News
Indonesia Ambil Bagian dalam Ledakan Digital

Hasil riset IDC menunjukkan bahwa volume data digital pada tahun 2007 mencapai 45 Exabytes. Hal ini setara dengan lebih dari 17 milyar iPhone 8 GB.

Di samping itu, dunia digital mengalami ledakan karena adanya pengertian yang lebih baik di kalangan masyarakat mengenai replikasi data. Leadakan digital ini juga dipengaruhi oleh pertumbuhan pesat dari ketersediaan kamera, kamera keamanan, dan TV digital.

Ledakan ini juga dipicu oleh meningkatnya volume akses Internet di negara berkembang, jaringan sosial dengan beragam konten digital, aplikasi berbasis sensor, dan pusat data yang mendukung cloud computing.

Sementara itu, IDC juga mengemukakan bahwa pada tahun 2007, volume data digital mencapai 281 milyar gigabytes (281 exabytes). Hal ini berarti 10% lebih besar daripada proyeksi sebelumnya. Selain itu, dunia digital bertumbuh pesat dengan tingkat pertumbuhan tahunan mencapai hampir 60%.

Volume data digital diproyeksikan akan mendekati angka 1,8 zettabytes  (1.800 exabytes) pada tahun 2011 atau melonjak 10 kali lipat hanya dalam waktu lima tahun.

IDC juga memprediksikan, informasi digital akan menggelembung dengan rata-rata pertumbuhan tahunan sebesar 57 persen antara tahun 2006 dan 2010, sedangkan di kawasan Asia Pasifik (kecuali Jepang) akan bertumbuh 30 sampai 40 persen lebih cepat daripada negara maju.

Pesatnya pertumbuhan dunia digital berdampak pada dunia bisnis dan perseorangan dalam banyak hal. IDC melaporkan, ledakan informasi ini berujung pada meningkatnya kerumitan di dalam departemen TI yang mengatur informasi digital yang menjadi semakin beragam.

"Enterprise saat ini membutuhkan solusi infrastruktur informasi komplit dari pengarsipan sampai proteksi dan virtualisasi," ujar Jimmy Yam, Country Manager, EMC Indonesia dan Pasar Berkembang. Menurutnya, sejak beroperasi di Indonesia sejak tahun 2006, EMC telah berinvestasi secara signifikan untuk mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan akan infrastruktur informasi yang menyeluruh.

Di mata EMC, Indonesia merupakan pasar yang sangat potensial. Hal ini ditunjang dengan berkembangnya pasar TI di Indonesia. Selain itu, perusahaan yang kini memfokuskan diri pada infrastruktur informasi ini memantapkan jalannya untuk membidik sektor UKM. Namun, bagi perusahaan ini, area enterprise tetap menjadi fokus bisnis yang utama.

Widia Yurnalis

 

 

 

 


 

 
Other News
 
Advertisement Space
 
Article
 
Feature