SingaporeSDA AsiaIndiaSDA India

  • Kamis, 20 November 2008, 07:18
Newsletter


SDA Asia Magazine Digital
          Vol.24/25
      

Write for Us!

JAX Asia 2008 - Conference for Enterprise Java, Enterprise Architectures and SOA
Interview
Mengapa Perlu Solusi TI yang Ramah Lingkungan?

Saat ini, tiap dolar dari server baru membutuhkan USD 0,52 untuk power dan pendinginan. Jumlah ini diharapkan meningkat 37% lebih pada empat tahun berikutnya menjadi USD 0,71. Berdasarkan wawancara dengan Rivaldi Rivai, Service Director PT Sun Microsystems Indonesia, bisa diketahui bagaimana perusahaan menjadikan TI sebagai solusi menghadapi pemanasan global. Berikut wawancaranya:

SDA: Bagaimana Solusi enterprise untuk pemanasan global?
Rivaldi Rivai (RR): Perubahan saat ini bukan hanya pada manusia, tapi lingkungan juga berubah. Pemanasan global adalah salah satu isu. Tapi itu sebenarnya efek dari pekerjaan manusia. Tapi secara ekonomi juga terjadi banyak perubahan, seperti harga minyak yang makin tinggi, ketergantungan terhadap minyak bumi, sehingga secara langsung maupun tidak langsung, harga energi pun semakin mahal. Itu adalah fakta-fakta yang terjadi saat ini. Belum lagi di beberapa negara belahan dunia di Eropa ada kesadaran mengenai limbah. Apalagi umur perangkat IT sangat pendek, maksimal 3-4 tahun. Setelah itu akan jadi sampah. Efeknya, sampah itu ada yang didaur ulang tapi ada beberapa yang tidak bisa didaur ulang. Sebelum 2005, di dalam membangun sebuah produk, banyak perusahaan yang menggunakan bahan berbahaya seperti timbal, dsb. Sebagian besar mulai sadar karena implikasinya balik ke mereka lagi.

SDA: Enterprise sendiri sudah melakukan apa?
RR: Misalnya Sun yang memulai dari sisi R&D dengan membangun teknologi yang baru, bagaimana teknologi dikembangkan dengan lebih ramah lingkungan, seperti tidak menggunakan komponen-komponen berbahaya misalnya timbal dan kadmium. Di samping itu, Uni Eropa misalnya juga comply terhadap aturan mengenai konten perangkat komputer.

SDA: Apa yang menjadi tantangan saat ini dalam menyediakan solusi ramah lingkungan?
RR: Harga energi yang makin mahal, padahal kebutuhan bisnis meningkat, kebutuhan proses ramah lingkungan juga makin tinggi karena dulunya tidak jadi perhatian banyak orang. Tapi kemudian pelaku-pelaku usaha mulai menyadari bahwa mereka selama ini mendapat performance dengan mengeluarkan biaya yang mahal, termasuk untuk IT. Ditambah lagi saat ini dibutuhkan tenaga yang lebih tinggi, sehingga dalam kurun waktu beberapa tahun saja bisa berlipat dua kali dibanding sebelumnya. Sebagai perusahaan teknologi, Sun menggunakan kampanye tadi sebagai basis dalam mengembangkan teknologi. Misalnya dari sisi CPU, dibuat mikroprosesor yang punya performance bandel, tapi sangat low power. Begitu juga dengan server yang memiliki 2 atau 3 kali lebih baik dengan semakin kecilnya ruang yang dibutuhkan. Intinya, berdampak pada kecilnya biaya listrik yang dikeluarkan bisa menjadi salah satu solusi ramah lingkungan. Sun sendiri mengganti perangkat-perangkat yang butuh power banyak, dengan mesin yang baru dan ruangan yang lebih kecil, sehingga bisa menghemat hingga 50%.

SDA: Bagaimana solusi ini jika dikaitkan dengan investasi IT?
RR:
IBM misalnya punya layanan yang dikembangkan agar customer dimudahkan bila berpindah dari kondisi sekarang yang belum begitu ramah lingkungan ke kondisi yang lebih baik dan bisa lebih efisien. Sun mencoba menawarkan tidak hanya layanan saja. Sunmencoba mengedepankan perangkat-perangkat yang ecofriendly seperti server tambahan dan storage tambahan. Setelah itu baru dihitung Untuk investasi TI. Diharapkan ruangan akan lebih kecil dan watt yang dibutuhkan bisa lebih diturunkan. Dengan demikian, biaya memang tidak bisa dihitung dulu, tapi bisa dilihat dari per KWH yang dikeluarkan untuk biaya.

Widia Yurnalis


 

 
Other Article
 
 
News
 
Feature