Rich Internet Applications atau RIAs dapat membantu perusahaan untuk menciptakan pengalaman online yang lebih interaktif, lebih kaya, bagi pelanggan mereka. Lewat wawancara eksklusif dengan SDA Asia, Ryan Stewart, Platform Evangelist for Adobe berbicara mengenai aplikasi bisnis baru yang ditujukan bagi RIAs, bidang yang paling cocok untuk diterapkan, dan apliaksi teranyar yang tengah dikembangkan.
1. Apa sebenarnya definisi apliaksi RIA?
RIAs memiliki pegertian yan luas, sehingga sulit untuk menyebutkannya secar spesifik. Secara umum, saya rasa RIAs merupakan aplikasi generasi selanjutnya yang ditekankan pada rancangan, interaktivitas, dan paradigma baru mengenai antarmuka bagi pengguna. Dan saya rasa telah diketahui secara umum bahwa kita dapat mengambil antarmuka desktop dari dalam peramban (<i>browser</i>).
2. Bagaimana RIA dapat diaplikasikan ke dalam bisnis? Dimana letak perbedaannya dengan antarmuka peramban tradisional atau lingkungan desktop?
Dalam berbagi cara, RIAs menyediakan keuntungan yang diperoleh dari desktop (antarmuka, kegunaan, kekayaan) dengan manfaat yang diperoleh dari peramban (mudah diterapkan, pembaruan secara global, tanpa instalasi). Sehingga bisnis dapat terus meningkatkan nilai kegunaan yang diperoleh yang mereka peroleh dari desktop namun dengan biaya yang sangat hemat sebab dapat diakses lewat model berbasis-web.
3. Industri mana yang paling cocok menerapkan ini? Bisakah anda memberikan contoh spesifik di wilayah Asia Pasifik?
Saya kira sektor finansial akan memperoleh keuntungan dari RIAs. Satu aspek RIAs yang berguna adalah kemampuan pengirimannya yang kaya baik dari segi visualisasi data dan waktu pengiriman informasi. Dalam sektor finansial, kedua hal ini memegang peranan penting. Anda bisa membuat aplikasi yang dapat memproses jutaan transaksi dalam sekejap namun tetap terlihat menarik dan mudah digunakan. Kombinasi kemampuan visualisasi data yang kaya dengan teknologi RIA membuat anda dapat membangun sistem pemetaan diatas infrastruktur data yang memudahkan analisa cepat terhadap sebuah tren. Sebagai contoh adalah Standard Chartered Bank di Singapura. Mereka menggunakan Flex untuk menciptakan antarmuka yang lebih baik yang memiliki sebagian kemampuan pemetaan yang kaya itu.
4. Bisnis seperti apa yang mungkin menjadi lahan garapan baru RIAs?
Saya kira kolaborasi <i>real time</i> merupakan isu besar. Banyak <i>trendsetters</i> yang membicarakan mengenai "<i>real time web</i>". untuk mencapai "<i>real time web</i>" anda mesti bisa mendorong pembaruan seketika dan juga memungkinkan dua atau lebih pengguna untuk bekerja pada data yang sama. Kedua hal tersebut membutuhkan dasar bangunan teknologi yang handal sekaligus teknologi antarmuka pengguna yang dapat mengakomodasi komunikasi semacam itu. Cara teknologi RIA menyajikan antarmuka menjadikannya cocok dengan aplikasi semacam itu.
5. Apakah perusahaan-perusahaan antusias dengan aplikasi ini?
Saya kira mereka tertarik dengannya. Bisa dibilang ketika anda berkata bahwa RIA telah meliputi Flash, Silverlight, dan aplikasi Ajax, jelas hampir semua orang akan beralih menggunakan RIA dalam tingkat tertentu. Ini merupakan dorongan untuk pengalaman pengguna yang lebih baik selain menginginkan aplikasi web yang handal.
6. Apakah ada faktor yang menghambat adopsinya?
Dari sisi Ajax tentu bermasalah pada kecepatan peramban. Itu sebabnya anda melihat begitu banyak inovasi dan kompetisi antar peramban seperti Google Chrome dan Mozilla Firefox yang berlomba untuk membuat mesin JavaScript mereka berlari lebih cepat. Peramban itu akan mampu menjalankan JavaScript yang kompleks lebih cepat berbasis RIAs. Dari sisi Flash dan Silverlight, mereka telah menjadi musuh alami bagi plug-ins. Beberapa orang tidak nyaman ketika harus menanamkan tambahan ekstra pada perambah mereka.
7. Perambah sebelumnya tidak dapat menangani beberapa aplikasi ambisius yang diciptakan pengembang. Apakah ini telah berubah?
Tentu saja. Meski belum sempurna, namun Google Chrome, Webkit, dab Mozilla Firefox terus berusaha untuk membuat peramban yang lebih cepat. Dan plug-ins (Flash dan Silverlight) juga menghabiskan banyak sumber daya untuk memastikan mereka berjalan optimal di peramban. Dari sisi Flash kami telah menghabiskan banyak waktu untuk memastikan <i>runtimes</i> dapat berjalan baik dalam perangkat bergerak. Ini merupakan lahan pertarungan besar berikutnya.
8. Dapatkah anda memberitahu kami lebih jauh mengenai Adobe AIR?
Adobe AIR merupakan runtime desktop milik kami yang mendukung HTML dan aplikasi Flash. Ini berarti merka memberi kebebasan bagi pengembang Flash atau HTML untuk membangun aplikasi desktop tanpa perlu khawatir mengenai sistem operasi yang mereka jalankan. Aplikasi Adobe AIR dijalankan di atas AIR seperti halnya aplikasi Flash yang dijalankan diatas Flash Player. Naun terdapat beberapa batasan keamanan didalam peramban sehingga anda tidak dapat melakukan hal-hal seperti mengubah file sewenang-wenang di komputer pengguna. Anda cukup meramban situs untuk adpat diguankan. Aplikasi AIR dalam beberapa hal memiliki tingkat kepercayaan yang serupa dengan aplikasi desktop lainnya. Mereka teristal, sehingga anda dapat terhubung dengan sistem file, anda dapat <i>offline</i> dan menyimpan informasi untuk nanti dan membuat windows "native" dengan tampilan dan rasa terkostumisasi. Namun sebenarnya anda masih menggunakan teknologi web seperti Flash dan HTML sehingga anda bisa sangat produktif.
9. Dapatkah anda menyebutkan beberapa apliaksi populer yang telah dikembangkan menggunakan Adobe AIR?
Kami mengembangkan banyak aplikasi. NASDAQ memiliki apliaksi yang disebut <i>Market Replay for financial services</i>. Morgan Stanley juga akan menggunakannya bagi para pedagang. Kami pun melihat banyak aplikasi situs jejaring sosial, terutama Twitter, yang telah menggunakan AIR dan aplikasinya seperti TweetDeck dan Twhirl. Dan keduanya cukup populer. Kami jug abermitra dengan perusahaan besar seperti New York Times. Mereka menciptakan apliakasi desktop application menggunakan AIR yang telah mbekerja baik mereplikasi pengalaman membaca koran dalam bentuk digital.
10. Bagaimana Adobe melakukan diferensiasi dari pemain baru seperti Microsoft Silverlight?
Dalam tiga cara: silang-platform, perangkat bergerak, dan rancangan. Kami terus menjadi pendukung terbesar Linux sebagai runtimes kami. Sementara Microsoft fokus kepada Mac dan Windows lewat Silverlight-nya. Kami juga berinvestasi besar di perangkat bergerak. Kami akan memiliki lebih banyak kabar mengenai pemanfaatan teknologi Flash Player pada perangkat bergerak dalam beberapa minggu ke depan. Hal ini membuat pengembang dapat mulai menciptakan konten mobile. Komunitas Adobe design pun akan terus membantu kami menjadi berbeda. Kami juga memiliki perangkat baru untuk membuat perancang memiliki bagian yang lebih besar dari proses pembuatan aplikasi. Sebab, kami menyadari bahwa pengalaman pengguna merupakan hal yang sangat penting, sehingga semakin banyak andil perancang di dalamnya, semakin baik hasil akhir yang akan diperoleh. Perangkat dan beberapa peningkatan teknologi mendasar yang kami lakukan, dibangun dengan maksud: membebaskan komunitas kreatif kami membuat aplikasi yang kreatif dan mengesankan.





