SingaporeSDA AsiaIndiaSDA India

  • Sabtu, 05 Juli 2008, 21:45
Newsletter


SDA Asia Magazine Digital
          Vol.24/2008
      

Write for Us!

Interview
Friendster Laku di Indonesia

Friendster tumbuh pesat di seluruh kawasan Asia Pasifik sejak peluncurannya pada 2003. Dengan 65 juta pengguna terdaftar dan 37 juta pengunjung unik setiap bulan, situs ini menjadi web kedelapan terbesar di dunia berdasarkan trafik.

Untuk meningkatkan penggunanya, Friendster memunculkan layanan berbahasa Indonesia. Tujuannya, untuk meningkatkan pangsa pasarnya di Indonesia. Apalagi dengan lebih dari 16 miliar page view per bulan, Friendster berusaha bersaing secara sehat dengan situs-situs social networking lainnya. Bagaimana usaha Friendster untuk meningkatkan kualitasnya di mata member-nya? Berikut kutipan wawancara SDA Asia Magazine dengan David Jones, Vice President of Marketing, Friendster Inc:

SDA Asia Magazine (SDA): Apa yang diharapkan dari Friendster terhadap Indonesia?
David Jones (DJ):
Indonesia adalah negara yang sangat penting bagi Friendster. Selain itu, Indonesia merupakan negara terbesar ketiga untuk kategori banyaknya user yang menggunakan Friendster. Tak heran bila terdapat 8 juta register user di Indonesia untuk Friendster, dan 4 juta orang mengunjungi Friendster dan berasal dari Indonesia. Jadi, 17% dari traffic kami berasal dari Indonesia dan berawal dari semua alasan ini, beralasan jika Friendster berinvestasi di Indonesia. Hal ini untuk meyakinkan bahwa Friendster mudah digunakan oleh para pengguna di Indonesia. Karena itulah kami meluncurkan juga Friendster dalam bahasa Indonesia. Kami juga mengkreasikan berbagai feature kepada user kami.

SDA: Bagaimana tanggapan Anda mengenai persaingan dengan berbagai situs social networking lainnya?
DJ:
Kompetisi adalah hal yang bagus. Tapi, Friendster tetap nomor 1 di Asia bila dibandingkan dengan situs social networking lainnya di Asia. Dan di Indonesia, kami lima kali lebih besar dibandingkan dengan Facebook dan tujuh kali lebih besar dari MySpace. Jadi, kami bertumbuh sangat pesat dan dengan pengumuman baru, disertai dengan Bahasa Indonesia dan aplikasi yang lebih baik kepada user, kami ingin memperluas kepemimpinan di hadapan user.

SDA: Bagaimana dengan masalah kualitas yang terlihat kurang diperhatikan untuk Bahasa Indonesia bila dibandingkan dengan bahasa Inggris?
DJ: Dalam 4 minggu, jutaan orang mengunjungi Friendster setiap hari di Indonesia dengan menggunakan bahasa Indonesia. Lebih dari 4 ribu orang bergabung dengan Friendster setiap harinya dan memilih Indonesia sebagai pilihan bahasanya. Jadi, ini adalah tanda bahwa bahasa Indonesia meningkatkan frekuensi kunjungan di Friendster.

SDA: Bagaimana dengan keberhasilan bahasa lainnya di Friendster?
DJ: Secara global, kami meluncurkan versi Bahasa Inggris, Jepang, Korea, Spanyol, China Tradisional, Bahasa China Sederhana, dan sekarang Indonesia. Indonesia adalah negara dengan perkembangan bahasa yang paling cepat. Ini berlangsung sangat baik. Jadi, kami berharap dapat mengakselerasi dan lebih populer dengan Friendster.

SDA: Berkaitan dengan aplikasi yang ada di Friendster, apakah aplikasi ini dibangun sendiri atau bagaimana?
DJ: Pada dasarnya setiap orang dapat masuk dalam program developer dan membangun aplikasi. Jadi ini dapat berbentuk perusahaan, individual, atau pun universitas dari bisnis lokal. Siapa pun yang ingin memulai bisnis dan memiliki ide bagus untuk fitur dalam Friendster, mereka dapat bergabung untuk program developer secara cuma-cuma (gratis), membangunnya dalam Friendster, dan meluncurkannya di Friendster. Satu keuntungan dari program developer ini adalah dunia developer dapat membangun fitur baru dan meluncurkannya dalam situs kami (Friendster). Kami berharap aplikasi dibuat dalam bahasa China dan bahasa Indonesia. Seperti di China, terdapat perusahaan bernama Diobo.com yang membangun aplikasi dalam bahasa China dan menyediakan musik-musik dalam bahasa China. Ini sangat lokal dan menguntungkan bagi para pecinta musik. Dengan demikian, kami mengharapkan lebih banyak aplikasi dengan budaya berbeda dengan bahasa berbeda dan sukses dengan Friendster.

SDA: Apakah ada partner lokal yang direkrut berkaitan dengan hal ini?
DJ:
Salah satunya, kami bekerja bersama biro periklanan yang mengurus wilayah Asia Tenggara, yaitu I Hope Interactive Pub.

SDA: Apa yang dapat Friendster lakukan untuk mempertahankan user Anda?
DJ: Kami masuk dalam peringkat 6 situs social networking teratas di dunia selama bertahun-tahun. Hal ini membuat kami yakin akan eksistensi kami. Kami melakukan banyak hal dan selalu berusaha menjadi situs yang interaktif dan mudah untuk digunakan sehingga user selalu bertahan untuk menggunakan Friendster dan mengundang teman mereka. Dengan demikian, kuncinya harus mudah digunakan, berguna, dan inilah yang membuat orang akan bertahan dengan Friendster.

SDA: Bagaimana pendapat Anda, berkaitan dengan dibloknya berbagai situs di Indonesia yang memuat konten porno?
DJ: Kami memiliki term layanan sendiri. Kami juga memiliki kebijakan sendiri yang menghindarkan user kami dari kegiatan uploading materi pornografi atau pun yang berkaitan dengan perilaku agresif atau mengandung kekerasan. Kami memiliki sistem di San Fransisco yang bekerja untuk me-review apa yang dilakukan para user. Jadi jika ada konten porno yang di-upload, sistem akan segera melaporkannya dan kami akan menanggapinya dan memprosesnya secara cepat sehingga tidak keluar dari kebijakan Friendster berkaitan dengan konten ini.

SDA: Berapa jumlah total foto yang di-upload per harinya di Friendster?
DJ: Dalam sehari, terdapat 4,5 juta foto yang di-upload di Friendster setiap harinya. Jadi, ini tidak mungkin dicek satu-satu. Tapi laporan user akan memfokuskan pada konten yang di-upload.

Widia Yurnalis

 

 
Other Article
 
Advertisement Space
 
News
 
Feature
M.Tech! Your Preferred i-Security Partner