SingaporeSDA AsiaIndiaSDA India

  • Kamis, 20 November 2008, 06:25
Newsletter


SDA Asia Magazine Digital
          Vol.24/25
      

Write for Us!

JAX Asia 2008 - Conference for Enterprise Java, Enterprise Architectures and SOA
Interview
EDM Adalah Pendekatan, Bukan Platform

Business intelligence (BI) memainkan peranan yang penting bagi bisnis. Sementara itu, Cutter Consortium mendeskripsikan EDM sebagai suatu disiplin yang sangat penting karena adanya peningkatan kebutuhan untuk mengotomatisasi keputusan perusahaan. Hal ini kemudian dikaitkan dengan konsistensi dalam pengambilan keputusan. Dalam kesempatan kali ini, SDA Asia mewawancarai Bill Waid, Vice President, Custom Solutions, Fair Isaac mengenai EDM, keuntungannya, dan kemampuannya untuk membuat bisnis lebih responsif dalam meningkatkan pendapatan perusahaan. Berikut kutipan wawancaranya.

SDA: Enterprise Decision Management (EDM) menjadi salah satu alternatif untuk BI. Sebenarnya, apakah EDM itu dan apa pengaruhnya?
Fair Isaac (FI): Subsistem utama dari EDM adalah integrasi data, di mana hal ini memiliki nilai yang sangat luas. Ekstrak data saat ini sangat cepat, apalagi dengan kebijakan bisnis yang baru. Secara historis, turunan proyek TI tidak akan bisa melakukan hal tersebut. Dengan demikian, EDM sebenarnya lebih dari BI karena pada dasarnya, EDM memiliki lima pilar, yaitu konsistensi, kecepatan, ketelitian, ketangkasan, dan biaya untuk melakukannya.

SDA: EDM lebih banyak digunakan pada model analitis. Bagaimana hal ini bisa terjadi?
FI: Dari perancangan produk, kami mengatur EDM, membuat aturan, melakukan analisis. EDM menawarkan semua nilai ini. Jika EDM diimplementasikan secara komprehensif, akan banyak nilai yang didapatkan. Data yang Anda dapatkan misalnya akan memberitahukan apa yang telah dilakukan dan memberitahukan keputusan yang tepat. Saat analisis dilakukan, akan terlihat apa yang terjadi. Analisis dari berbagai bagian merupakan peranan keputusan yang terbesar.

SDA: Mengapa perusahaan perlu mengimplementasikan EDM?
FI: EDM bukanlah platform, tapi pendekatan. Tugas utama EDM adalah membuktikan apa yang benar. Jadi, mengimplementasikan EDM di pekerjaan pada dasarnya mencoba mengerti apa yang sebenarnya dan mendekati keputusan untuk mengontrol sesuatu dan meningkatkan hal tersebut. Semua itu solusi yang dapat membantu perusahaan dalam membuat keputusan yang tepat.

SDA: Apa yang didapatkan konsumen ketika menggunakan EDM?
FI: EDM adalah perspektif dalam melakukan pendekatan. Ini menjadi titik tolak di mana berbagai departemen membagi berbagai sumber daya dan database. Sementara itu, terdapat jalan lain dari tahapan finansial di mana informasi sangat dibutuhkan. Kami secara efektif mengambil klaim sejarah customer dan memperlihatkan pada mereka mengenai harga dan solusi EDM. Dengan demikian, EDM dapat menjadi efektif dan diadopsi untuk berbagai tahapan.

SDA: Untuk mengimplementasikan proyek EDM, dari mana perusahaan harus memulainya?
FI: Sebenarnya, EDM lebih terkait dengan area fungsional. Misalnya saja sektor asuransi. Jangkanya sekitar 6-9 bulan. Tapi untuk meraih adopsi perusahaan secara menyeluruh, dibutuhkan waktu sekitar 4 tahun lebih. Ini membutuhkan waktu untuk menjangkau ke seluruh area perusahaan. Untuk mencapai itu, kami fokus pada pendekatan kepada konsumen untuk EDM dan membuat solusi yang komprehensif.

SDA: Bagaimana status EDM secara global dan di Asia Pasifik?
FI: Saya akan menyatakan bahwa kami masih mengadopsi EDM pada tahap awal. Kami secara signifikan menginvestasikan untuk EDM. Kami memiliki sumber daya, waktu, dan komitmen dari perspektif strategis. Sementara itu, untuk Asia Pasifik, tidak hanya konsumen yang berada di sektor finansial, tapi juga terdapat customer di pemerintahan, transportasi, logistik, dan arena telekomunikasi. Kami melihat adopsi EDM ini secara cepat di India, Australia, dan Hongkong.

SDA Asia

 
Other Article
 
 
News
 
Feature