• Jum\'at, 12 Maret 2010, 21:35
Newsletter


SDA Asia Magazine Digital
      

Write for Us!

Feature
Belanja Iklan Media Online Akan Meningkat

Tahun ini, belanja iklan untuk media online akan meningkat. Sementara 41% dari 1.000 divisi pemasaran yang disurvey rencananya akan menurunkan belanja iklan media cetak mereka. Demikian hasil survey global yang dilakukan oleh ExactTarget, sebuah perusahaan pemasran online. Perusahaan ini memperkirakan bahwa akan terjadi peningkatan pada pemasaran digital, sementara pemasaran melalui media cetak akan terus tertekan.

Pertumbuhan ini terlihat dari meningkatnya investasi yang dilakukan pada media sosial, pemasaran pada perangkat bergerak, pemasaran melauli surel (email) dan pencarian. Seluruh jenis pemasaran model baru itu, diperkirakan ExactTarget akan menjadi pendorong lonjakan pengeluaran sebesar 17% pada pemasaran digital tahun ini akibat migrasi anggaran dari televisi, media cetak dan radio.

Bagi para responden, model pemasaran offline kurang diminati lagi ketimbang pemasaran digital, seperti ditunjukkan oleh 28% pemasar yang akan mengalihkan seluruh anggaran pemasaran mereka ke media digital pada 2010. Lebih jauh, penelitian ini juga menunjukkan akan adanya lonjakan pada industri pemasaran digital, dengan 66% perusahaan yang ikut dalam survey berencana untuk meningkatkan belanja pemasaran online mereka. Selain itu, lebih dari 30% responden menyatakan bahwa anggaran mereka sama dengan sebelumnya untuk sektor ini. Sehingga, rata-rata pamasaran digital saat ini terhitung sebesar 24% dari keseluruhan pengeluaran pemasaran.

Peter McCormick, general manager and co-founder dari ExactTarget menyatakan, "Pergantian (model pemasara) dari (media) offline ke online merupakan langkah baru ketika paa pemasar mencari ukuran yang langsung untuk melihat peningkatan penjualan teratas, trafik situs, dan meningkatkan pemasaran return on investment (ROI) secara keseluruhan. Yang menarik, reputasi merek menjadi pendorong yang lebih signifikan untuk migrasi ke pemasaran digital, khususnya ketika mendatangi media sosial."

Sebanyak 70% divisi pemasaran in-house berencana untuk meningkatkan anggaran mereka untuk melakukan pemasaran off-site menggunakan media sosial, menggunakan agensi untuk menjalin hubungan dengan pengguna di Facebook, Twitter dan jejaring sosial lainnya. Namun menurut responden dari pihak agensi, hambatan terbesar dari investasi pemasaran digital adalan kurangnya pengertian secara umum mengenai saluran pemasaran digital. Hanya 48% dari responden pihak agensi yang menyatakan bahwa inilah alasan utama yang menyebabkan klien-klien mereka untuk lebih banyak berinvestasi di sektor ini.

"Penelitian ini menunjukkan pandangan yang lebih baik mengenai industri pemasarn digital dimana sebagian besar perusahaan merespon peningkatan pada anggaran mereka di hampir seluruh saluran digital," ujar Linus Gregoriadis, direktur peneliti di Econsultancy. "Pemasaran media sosial merupakan wilayah yang akan menjadi favorit untuk menghabiskan biaya (pemasaran) sepanjang 2010, namun sektor seperti pemasaran di mesin pencari dan surel masih tetap mengambang."

The research also looked at the effectiveness, measurement and allocation of budgets, and probed the differences between "traditional" and digital marketing investment. Online and offline channels have been compared individually, in terms of where companies are investing and their ability to measure return on investment (ROI).


Eka Santhika

 
Other Feature
 
 
News
 
Article