Hasil penelitian IBM Institute for Business Value baru-baru ini menyebutkan bahwa satu dari dua pemimpin perusahaan tidak memiliki akses ke informasi yang dimiliki perusahaan untuk menjalankan tugas mereka. Sementara delapan dari sepuluh pemimpin perusahaan mengambil keputusan penting tanpa didasari informasi yang lengkap atau dapat dipercaya. Pdahal ditengah iklim persaiongan usaha yang kian kompetitif seperti saat ini, apalagi ditengah iklim perekonomian yang tengah tak pasti, maka efisiensi dan ketepatan pengambilan keputusan menjadi penting untuk diperhatikan. Untuk itu IBM kemudian merekomendsikan layanan Business Analytis and Optimization-nya (BAO) untuk meningkatkan kecepatan dan kualitas keputusan bisnis, di samping memahami konsekuensi dan hasil bisnis dari keputusan tersebut.
"Para pelanggan kami memahami bahwa mereka beroperasi dalam lingkungan yang sangat kompetitif. Selain harus cepat, mereka juga harus tepat. Untuk itu, mereka membutuhkan sesuatu di luar strategi tradisional," jelas Widita Sardjono, Country Manager, Global Business Services, IBM Indonesia.
Layanan konsultasi bisnis IBM yang baru saja didirikan ini, mengandalkan kemapanan solusi perangkat lunak dari IBM Software Group serta pengalaman menyediakan layanan optimasi bisnis dari IBM Center for Business Optimization (CBO). Dari IBM Software Group, IBM BAO memperkokoh strategi Information Agenda-nya. Strategi ini diklaim dapat membantu mengubah data menjadi aset strategis. Pengubahan data dilakukan lewat "stream computing" yang bernama InfoSphere Streams. Teknologi yang diperoleh dari hasil pengakuisisian Exeros, sebuah perusahaan piranti lunak penemuan data, ini membuat terobosan baru terhadap arsitektur streaming serta algoritma matematik. Terobosan tersebut kembali diaku IBM dapat menciptakan analisa yang berpandangan kedepan atas data dari sumber manapun, mempertajam bidikan terhadap data yang dicari, dan secara berkesinambungan menyempurnakan jawaban dari data yang terus dilengkapi.
Tawaran IBM terhadap solusi analisa bisnis ini pun digadang-gadang dibekingi dengan kemampuan jajaran para pakar dari lab penelitian IBM di seluruh dunia akan bekerja-sama dengan lebih dari 4.000 konsultan, serta 200 pakar matematika dan analitik canggih.
Menurut Widita, solusi-solusi IBM BAO ini dapat diterapkan di berbagai industri, seperti sektor pemerintahan, industri layanan Kesehatan dan keuangan. Sebagai contoh, untuk bidang pemerintahan, BAO juga menyajikan solusi-solusi untuk bidang Pajak dan Kepatuhan, Penanggulangan Pemalsuan dan Penyalahgunaan, Pengelolaan Resiko Perbatasan Pelanggan dan solusi-solusi Transportasi Pintar. Sementara untuk perusahaan Telekomunikasi, Asuransi dan Keuangan menggunaan BAO ini dapat menjamin ketersediaan informasi yang memadai untuk menjerat dan mempertahankan peelanggan, sehingga menjamin pendapatan dan pertumbuhan yang lebih tinggi.
Bidang Intelligent Cost Reductions (ICR), juga dirasa IBM cocok untuk menerapkan BAO. Sebab, bidang yang berkecimpung mengenai penghematan biaya strategis ini, bukan sekedar pemangkasan biaya tradisional, dapat membantu para pengambil keputusan memperkuat komitmen mereka pada keputusan penghematan biaya yang tepat dengan menggunakan data yang jelas dan tepat. Menggunakan solusi ini, IBM menyatakan bahwa para pengambil keputusan dapat melihat dampak dari usulan yang diberikan, sebelum akhirnya mengambil keputusan. "Hal ini mendorong mempercepat proses pengambilan keputusan, memahami konsekuensi dari keputusan yang diambil, dan memprediksi hasil dengan tingkat kepastian yang lebih tinggi," Widita menambahkan.
Jajaran layanan IBM Business Analytics and Optimization ini melengkapi bidang bisnis IBM Global Business Services yang sudah mapan, yaitu Layanan Inovasi Aplikasi, Manajemen Hubungan Pelanggan, Manajemen Keuangan, Manajemen SDM, Strategi & Perubahan, sergta Manajemen Rantai Suplai. IBM Global Business Services (GBS) merupakan sebuah divisi hasil akuisisi IBM terhadap Pricewaterhouse Coopers Consulting pada tahun 2002. Layanan baru dari GBS ini akan mendukung portofolio Pengelolaan Informasi IBM yang luas, termasuk teknologi-teknologi dari pengakuisisian Cognos dan iLog baru-baru ini, serta keahlian departemen penelitian satu-satunya di sektor swasta yang didedikasikan untuk matematika dan analitik bisnis.
Eka Santhika





