Symantec mengumumkan platform terbuka pada produk Data loss Prevention versi terbarunya. Platform terbuka yang digunakan pada versi 10 ini dilakukan agar peranti ini dapat terintegrasi dengan banyak platform lain sehingga memberikan lebih banyak pilihan kepada pelanggan untuk menemukan dan memperbaiki masalah kecurian ataupun kehilangan data. Untuk mewujudkan maksusnya itu, Symantec pun telah membuka kemitraan dengan GigaTrust, Liquid Machines, Oracle dan PGP Corporation.
Menggunakan platform DLP terbuka ini, Symantec mengklain dapat membantu organisasi/perusahaan memanfaatkan pemahaman mengenai konten dalam implementasi keamanan di seluruh lingkungan enterprise secara efektif, serta mengambil langkah-langkah untuk melindungi dan mencegah kehilangan data. Misalnya dalam hal penggunakan enkripsi dan enterprise rights management (ERM) berbasis konten untuk memberikan perlindungan berbasis kebijakan untuk melindungi file-file rahasia.
Platform ini pun menyediakan integrasi dengan produk-produk Symantec lainnya. Integrasi ini membuat pengguna Symantec Data Loss Prevention 10 dapat mengaktifkan tindakan berbasis kebijakan seperti enkripsi otomatis dan penguncian peranti menggunakan Symantec Endpoint Encryption, Symantec Endpoint Protection, dan solusi-solusi keamanan lain dari penyedia pihak ketiga. Sebagai contoh, jika seorang karyawan mencoba untuk mengunduh informasi rahasia kedalam USB, Symantec Data Loss Prevention akan mengaktifkan Symantec Endpoint Protection agar menonaktifkan penggunaan USB tersebut. Pengguna solusi keamanan surel software-as-a-service (SaaS), seperti MessageLabs Hosted Email Encryption yang merupakan kayanan hosting Symantec, juga dapat memantau, melindungi dan secara aman mengirim informasi rahasia dalam surel ke luar tanpa memerlukan infrastruktur gateway surel di tempat.
Penerapan solusi DLP ini juga dapat digunakan untuk menerapkan enkripsi konten berdasarkan ERP. Sehingga, membatasi akses orang perorang dalam sebuah organisasi terhadap suatu file menggunakan kebijakan ERP yang telah ditentukan. Menggunakan Symantec DLP 10 yang dikolaborasikan dengan Microsoft Active Directory Rights Management Services (ADRMS), dapat pula diinstruksikan sebuah kebijakan DLP untuk melakukan klasifikasi data yang digunakan untuk menerapkan ERM pada salinan-salinan konten tersebut.
Kecerdasan DLP versi baru ini juga ditingkatkan dengan kemampuan dukungan baru untuk XML dan Web Services. Dukungan baru ini membuat Symantec Data Loss Prevention 10 dapat mengirim banyak data DLP ke aplikasi atau sistem laporan manapun. Misalnya, sebuah situs e-commerce yang ingin meningkatkan kontrol menggunakan DLP, dengan mengidentifikasi server yang datanya termasuk dalam regulasi PCI DSS, dengan mengirim informasi ini ke Symantec Control Compliance Suite, data yang masuk ke DLP dapat digunakan untuk memprioritaskan audit yang lebih sering terhadap server-server tersebut, untuk meningkatkan kehati-hatian terhadap akses ke tempat penyimpanan data-data penting. Peningkatan lain terdapat pada kemampuan impor/ekspor baru yang memungkinkan organisasi/perusahaan menyesuaikan berbagai kebijakan, regulasi baru, berkolaborasi, serta bertukar kebijakan dengan pengguna lain.
Ketersediaan bahasa juga akan ditambah pada produk yang rencananya akan diluncurkan pada Desember 2009 ini. Kemampuan berbahasa Jepang, Cina sederhana, dan Perancis diharapkan dapat memperkaya produk yang telah mendukung 25 bahasa ini.
Eka Santhika





