Samsung Electronics rencannya bulan depan akan luncurkan ponsel cerdas berplatform terbuka miliknya, Bada. Berbicara mengenai sistem operasi yang akan digunakan, Samsung tampaknya akan mengikuti tren sistem operasi terbuka.
Nama Bada sendiri diambil dari bahasa Korea yang berarti laut. Nama ini dipilih untuk menyatakan bahwa Bada dapat menampung bermacam aplikasi yang mungkin diciptakan bagi platform baru ini, seperti dikutip dari pernyataan resmi perusahaan tersebut.
Para analis percaya bahwa nama tersebut ironisnya sesuai, sebab produk itu menonjolkan kemampuannya menggunakan mebmacam sistem operasi. Symbian, Android, Maemo, LiMo, WebOS, Windows Mobile, RIM, OSX, dan Moblin merupakan beberapa diantaranya.
Hari-hari dimana kompetisi selalu didasarkan pada kemampuan perangkat keras telah berlalu. Perangkat lunak kini menjadi kunci yang menentukan pengalaman penguna. Bahkan tanpa setumpuk perangkat lunak pun, fokus persaingan bergeser dari sistem operasi ke perangkat lunak, dan yang lebih penting lagi, aplikasi.
Tren baru yang menempatkan aplikasi sebagai fokus, juga menyita perhatian dalam sistem-sistem operasi baru. Jika pertumbuhan sepasukan pengembang perangkat lunak amatir dan profesional hanya menaruh aplikasi pada sistem operasi tertentu, maka kesuksesan platform henset dan kesempatan karir sistem oeprai itu tentu bisa lebih besar.
Jika, sebuah sistem operasi tidak mengumpulkan dukungan dari pengembang, maka hasilnya bisa sangat berbahaya. Jadi, sistem operasi mana yang lebih baik bagi ponsel cerdas yang baru ini? Apakah memberikan tempat bagi Symbian yang populer, atau mengambil momentum dibalik Android? Ini mungkin bukan langkah yang tepat saat ini, kecuali anda dapat memaksa pengembang perangkat lunak, pembawa, dan pelanggan.
"Momentum dari sistem, operasi alternatif tidak terelakkan lagi, dan akan terus memotong pasar Symbian," jelas Frank Dickson, In-Stat Vice President of Mobile research. "Meski akan sulit untuk meramalkan masa depan bagi pemain baru seperti Bada, pasar kuat Samsung mungkin akan memberi kesempatan Bada untuk hidup. Pendek kata, Android tampaknya memiliki monmentum yang kuat, 2010 akan menjadi tahun bagi Android."
Eka Santhika





