Penggunaan database yang yang tidak efektif karena hanya melibatkan sekitar 40-60% sumber daya yang ada, sebab sebagian besar sumber daya itu hanya dibiarkan tidak terpakai, karena perannya sebagai cadangan untuk pemulihan bencana atau lainnya. Hal ini diungkap Kaleem Chaundnry, Regional director Enterprise Technology, Oracle AP. Melihat situasi ini, maka Oracle dengan Oracle Data Base 11g Release 2 ini hendak memberikan solusi untuk memanfaatkan perangakt yang idle tersebut agar lebih berdaya guna sekaligus mengefisiensikan anggaran.
Pengurangan biaya perangkat keras dan penyimpanan, meningkatkan performa, mengurangi downtime serta redudansi, serta meningkatkan produktivitas DBA, mrupakan hal-hal yang menjadi target dari penerapan Oracle Data Base 11g Release 2.
Tingkatkan Kinerja Server
Permasalahan pengelolaan perangakt keras yang umum terjadi di kalangan korporat adalah berlipatnya sumber daya yang tersedia, namun pemanfaatnanya minim. Jumlah server yang banyak, silos storage yang terpisah-pisah, beragam produk vendor, dan sistem oeprasi yang berbeda membuat data center menjadi gendut, kompleks, mahal, dan tidak efisien.
Mengatasi permasalahan ini, Oracle mengklaim dapat mengurangi biaya perangkat keras 5x lipat. Caranya adalah dengan melakukan konsolidasi sumber daya dengan menyatukannya dalam sebuah pool serta melakukan grid storage. Keuntungan yang diperoleh dengan konsolidasi sumber daya ke dalam sebuah pool besar adalah kemudahan pemasangan keamanan dan manajer yang hanya membutuhkan satu lapis saja.
In-Memory Data Base Cache, Real Application Clusters (RAC), Automatic Storage Management, dan Enterprise Manager merupakan fitur-fitur yang digunakan untuk mewujudkan konsolidasi tersebut.
Clustering yang dilakukan Oracle ini menjamin kedinamisan pemindahan sumber daya ketika diperlukan, seperti dijelaskan Chaundnry. Hal ini membantu meningkatkan efisiensi sebab solusi ini memberdayakan setiap sumber daya yang ada.
Partisi clustering dilakukan secara dinamis sehingga memudahkan otomasi pemindahan layanan ketika terjadi downtime. Perangkat baru ini juga menyediakan pilihan konsolidasi massal dengan menggunakan RAC One Node yang memberikan konsolidasi lingkungan database baru ke dalam grid dengan biaya rendah. Pengguna jgua mendapatkan kemudahan peningkatan ke multi-node RAC secara instan melalui jalur online.
Rampingkan Storage
Untuk storage, Oracle memberikan penghematan biaya manajemen storage dengan solusi Automatic Storage Management. Penggunaan sistem manajemen ini dilakukan untuk menghindari ledakan data dengan melakukan manajemen pertmbuhan data. Sistem manajemen ini juga mampu melakukan kompresi storage hingga 4x lipat menggunakan Advance OLTP Compression, sehingga menambah nilai guna storage yang telah tersedia.
Oracle Automatic Storage Management juga telah diperpanjang untuk mendukung cluster sisten dfile sehingga membantu pelanggan mengurangi biaya pengaturan penyimpanan. dengan rilis 2 ini , Oracle juga menambahkan kemampuan untuk menghilangkan redudansi dengan Active Data Guard yang memungkinkan sumber penyimpanan dan server digunakan untuk toleransi kesalahan dan menjalankan workload produksi, serta menjaga server dan storage dari idle hingga siap untuk mendeteksi kesalahan.
Pembaruan
Pembaruan produk-produk ini dilakukan secara online dengan aman. Pengguna Oracle 9i, Oracle database 10g, Oracle Database 11g, dapat langsung melakukan peningkatan kle Oracle Database 11g R2 ini.
Eka Santhika





