• Kamis, 18 Maret 2010, 11:07
Newsletter


SDA Asia Magazine Digital
      

Write for Us!

Feature
Kunci Sukses Bangun Jejaring Sosial Perusahaan

Para pengguna jejaring sosial di perusahaan mereka yang berbagi cerita pada konferensi Enterprise 2.0 di Boston seperti dirilis IDG NEws, memutuskan bahwa kesuksesan implementasi aplikasi tersebut membutuhkan pertimbangan serius mengenai budaya dan tujuan perusahaan sehingga teknologi ini dapat berjalan efektif. Salah satu yang telah membuktikannya adalah Lockheed Martin, sebuah perusahaan teknologi modern.

"Hal yang sangat saya sarankan untuk implementasi media jejaring sosial ini adalah memastikan teknologi ini mendapatkan tantangan mendasar dari bisnis anda," ujar Shawn Dahlen Jr., social media program manager dari Lockheed Martin, saat presentasi.

Lockheed telah menciptakan platform yang disebut Unity, dengan basis Microsoft SharePoint. Platform ini menyediakan jalan yang sama sekali berbeda dari budaya dokumen sentris, ek sesuatu yang akan memalukan wiki maupun blog, ujar Dahlen.

Pendekatan membumilah yang sangat berguna bagi Lockheed ketika memperkenalkan Unity.

Perusahaan melakukan sedikit usaha lebih dari sekedar menempelkan poster untuk menarik perhatian pekerja dari sistem informasi perusahaan dan divisi layanan global, tambah Dahlen. Melibatkan pekerja untuk turut dalam menyediakan informasi ke dalam Unitylah yang diinginkan Lockheed agar jejaring sosial ini tidak sekedar menjadi pajangan.

Saat ini sekitar 20.000 dari 55.000 pekerja pada divisi IS&GS telah berkontribusi mengisi konten Unity.

Dukungan penuh dari jajaran manajer tingkat tinggi pun telah menjadi kesuksesan Unity, yang kini telah dijalankan di seluruh lini perusahaan.

"Jika anda memasang warna budaya yang tepat, pekerja akan dengan mudah mengadopsi jejaring sosial ini," jelas Christopher Keohane, social media product manager.

Cara terbaik bagi para eksekutif untuk mempopulerkan adopsi platform sosial ini adalah dengan turut serta ke dalamnya. Juga menjadi reseptif terhadap komunikasi dan ide yang masuk. "Tidak semua ide harus diterima, tapi anda harus menunjukkan bahwa anda mendengarkan dan melakukan sesuatu," jelas Keohane.


Eka Santhika

 
Other Feature
 
 
News
 
Article