SingaporeSDA AsiaIndiaSDA India

  • Kamis, 08 Januari 2009, 18:22
Newsletter


SDA Asia Magazine Digital
          Vol.24/25
      

Write for Us!

Feature
Kompleksitas Transformasi Data Center

Dengan TI yang dikenal luas dapat mendukung pertumbuhan bisnis, konsumen di Asia/Pasifik mulai berpikir untuk mengubah data center mereka agar mendapat dukungan yang lebih baik bagi kebutuhan bisnis.

Menurut hasil survey IDC, tiga tantangan teratas yang dihadapi bisnis sekarang ini adalah  memperluas peluang bisnis yang baru dengan sukses, mengendalikan biaya bisnis, dan mengembangkan kepuasan konsumen dengan menyediakan pengalaman yang lebih baik.

Avneesh  Saxena,  Group  Vice  President, Asia/Pacific Systems, Storage and Software Research menyatakan, perubahan sangat dibutuhkan sekarang ini. "Kami tidak berkata tentang menggantikan produk TI siapa pun, namun lebih kepada meremajakan seluruh data center yang mengendalikan TI di dalam organisasi," ujarnya.

Seiring waktu, uang, dan usaha yang signifikan untuk membangun data center, penting bagi pengguna akhir agar mengetahui secara jelas tentang langkah-langkah merencanakan, membangun, dan mengatur data center secara efisien. 

IDC  mengelompokkan data center yang ada sekarang menjadi tiga kategori utama berdasarkan tipe bisnis yang dilayani. "Web 2.0 memimpin perubahan dengan mengatur standar baru pada rancangan dan arsitektur data center," tambah Avneesh. 

Perusahaan-perusahaan ini cukup baru dan karenanya harus mulai dari jenis TI yang akan mendukung model bisnis mereka. Manajemen dan data center tradisional adalah hal-hal yang harus diubah agar tetap bisa kompetitif dan bertemu fokus bisnis baru.

Sementara itu, kebanyakan pengguna akhir menyadari kebutuhan untuk mengubah data center mereka namun tidak tahu harus memulai dari mana dan siapa rekan yang harus dicari. Terdapat pula kebingungan seputar tipe datacenter yang ideal yang akan melayani kebutuhan mereka di masa depan.

Hertiana

 
Other Feature
 
 
News
 
Article