CIO akan berperan penting sebagai pemimpin perubahan dan pendorong transformasi organisasi TI. Mereka juga menjadi penggerak transformasi di seluruh perusahaan.
IBM Global CEO Study mewawancarai 1.130 CEO, serta pemimpin perusahaan dan sektor publik di seluruh dunia. Dari studi ini, performa Indonesia lebih baik dari rata-rata contoh di kawasan ASEAN berdasarkan performance excellence quotient (PQ). Sentimen CIO Indonesia di bidang ini didorong oleh tingkat pertumbuhan dan perluasan perusahaan mereka, selain prospek yang baik dalam hal profitabilitas dan pertumbuhan pendapatan.
Hal yang sama juga diperlihatkan perusahaan-perusahaan Indonesia berdasarkan technology performance quotient (TQ). Mereka yang ikut dalam survei setara dengan perusahaan-perusahaan di Singapura dan Malaysia.
Berdasarkan studi ini, defisit kepemimpinan Indonesia, seperti yang dibuktikan dalam survei, semakin menonjol. Dengan level 3,27, leadership quotient (LQ), Indonesia adalah yang terendah di antara negara-negara lain dalam sampel ASEAN. Jelas bahwa ini adalah bidang yang harus dikembangkan secara serius dan bidang yang diperkirakan akan meraih hasil signifikan dalam beberapa tahun mendatang.
Untuk meraih tingkat kepemimpinan CIO yang lebih tinggi, perusahaan-perusahaan Indonesia harus memfokuskan diri untuk membangun kepemimpinan prima. Dengan pasar yang secara konsisten melaporkan tingkat pertumbuhan yang tinggi, Indonesia harus banyak membenahi CIO-nya. Selain itu, landasan untuk memajukan peran CIO di Indonesia dinilai masih sangat lemah.
Dengan demikian, para CIO dan organisasi mereka harus memiliki lima faktor utama: • Haus akan perubahan, yaitu mentransformasikan aplikasi, layanan, dan infrastruktur TI agar menjadi fleksibel, dapat diperluas, dan aman
• Inovasi terus-menerus, yaitu dengan memungkinkan kolaborasi di seluruh dan di luar perusahaan, serta merubah data menjadi wawasan
• Integrasi global, yaitu bergerak ke arah model layanan bersama dan memungkinkan rantai suplai dan operasi bisnis yang terintegrasi
• Disruptif secara alami, yaitu siap mendukung model bisnis perusahaan yang berubah-ubah, termasuk akuisisi, merger, dan divestasi
• Tulus, yaitu berupaya mengurangi ruang yang digunakan TI dan penggunaan energi terkait, serta mendukung tanggung jawab sosial perusahaan yang lebih luas.
Menurut Soeparawan Soelaeman, Country Manager, IBM Global Technology Services, dalam sebuah perekonomian yang berubah-ubah dan berjaringan global, perusahaan-perusahaan di Indonesia mengalami perubahan yang semakin pesat dan dahsyat. Para CIO di Indonesia harus dapat menghapuskan kendala yang menghalangi perubahan dan memitigasikan risiko terkait untuk mendukung persyaratan perusahaan masa depan.
Redaksi SDA Asia Magazine





