SingaporeSDA AsiaIndiaSDA India

  • Kamis, 21 Agustus 2008, 01:32
Newsletter


SDA Asia Magazine Digital
          Vol.24/2008
      

Write for Us!

Feature
Peran CIO Makin Penting

Menurut penelitian yang diumumkan INSEAD dan IBM, 94% Chief Information Officer (CIO) di kawasan ASEAN mengatakan, peran mereka semakin penting dalam bisnis. Hal ini dikarenakan kepemimpinan organisasi CIO saat ini tertinggal oleh kemampuan teknologi yang ada. CIO yang mengikuti polling mengatakan, memimpin bawahan adalah kemampuan kunci, dan mengembangkan talenta adalah faktor penting untuk meraih kepemimpinan.

Namun demikian, hanya 29,9% dari CIO mengatakan bahwa performa organisasi mereka di bidang pengelolaan talenta lebih baik dari industri yang dijalankan. Selain itu, CIO juga menyatakan bahwa talenta adalah unsur utama untuk membangun kemampuan strategis organisasi melalui berbagai inisiatif, seperti inovasi dan pengelolaan perubahan.

Sementara itu, 80,4% CIO sepakat bahwa pengidentifikasian dan pengembangan staf TI adalah bagian penting dari tugas mereka. Selain itu, mereka memandang, memberdayakan karyawan melalui pendelegasian yang efektif akan memperluas peluang mereka dan bertindak adil dianggap oleh 81,2% CIO sebagai kualitas kepemimpinan yang penting.

Para CIO menyadari bahwa perubahan dalam organisasi TI harus dikelola berdasarkan suatu kerangka kerja peraturan TI dan korporat. CIO di ASEAN juga menggarisbawahi bahwa manajemen perubahan harus mencakup seluruh aspek budaya.

Di samping itu, meningkatkan pengalaman dan kepuasan pengguna internal maupun eksternal dinilai para CIO sebagai kegiatan utama. Selain memastikan infrastruktur TI yang handal dan hemat biaya, meningkatkan kepuasan pengguna juga mampu menghantarkan proyek-proyek berprofil tinggi. Dari pengakuan 79,2% CIO, organisasi mereka secara aktif melibatkan TIK ke dalam proses perancangan, pengembangan produk, dan layanan baru.

Mengelola Diversitas Budaya
Para CIO menyadari bahwa TI adalah sarana penting yang dapat digunakan untuk membantu komunikasi lintas budaya antarkaryawan. Para CIO juga menyatakan bahwa manajemen perubahan harus mencakup seluruh budaya organisasi. Komunikasi lintas budaya dan kecakapan mengelola juga semakin penting selama beberapa tahun terakhir, seiring dengan semakin banyaknya tim TI di perusahaan-perusahaan di ASEAN yang mengadopsi struktur regional dan global.

Beberapa CIO yang disurvei melaporkan, mereka mengelola pusat penghantaran layanan TI secara global dari kantor pusat di ASEAN. Menurut 43,4% responden, TI juga digunakan sebagai sarana untuk mempersempit jurang budaya dan komunikasi di antara karyawan di berbagai lokasi kerja di kawasan tersebut. Para CIO di kawasan ini merasakan, dibutuhkan suatu tingkat kepemimpinan baru dalam industri, mulai dari memiliki pengetahuan yang mendalam tentang teknologi hingga pemahaman tentang dampak jaringan informasi terhadap organisasi, sosial, dan budaya.

Dengan demikian, CIO ASEAN menganggap dirinya sebagai anggota penting dari tim manajemen senior perusahaan (88,5%). Banyak CIO yang menyuarakan optimisme mereka bahwa pengintegrasian peran CIO yang menyeluruh dengan pemain-pemain kunci lainnya di dewan eksekutif tidak dapat dielakkan.

Namun, terlepas dari itu semua, kendati CIO memuji pergerakan fungsi CIO menuju tingkat strategis yang lebih tinggi, beberapa pihak melihatnya sebagai penambahan beban kerja rutin CIO. Para CIO di ASEAN mengantisipasi perubahan peran mereka selama lima tahun yang akan datang dengan menanti selesainya inisiatif-inisiatif TI besar yang ada saat ini di bidang proses bisnis dan manajemen perubahan.

Para CIO yang disurvei juga mengatakan, mereka tidak cukup hanya memahami proses bisnis. Bagi mereka, proses bisnis dilaporkan sebagai sebuah blok bangunan yang penting dalam arsitektur teknologi perusahaan-perusahaan ASEAN.

Sebanyak 79,6% CIO melaporkan, organisasi mereka menggunakan kemampuan TI untuk membantu menyempurnakan proses. Saat ini, selain memahami proses bisnis, para CIO juga harus menstandarisasikan dan menyederhanakannya. Dari CIO yang disurvei, 76,7% CIO menyadari bahwa pengalaman dalam mengoperasikan bisnis semakin penting dalam merekrut seorang CIO. Selain itu, 81,2% CIO menganggap bahwa kemampuan sumber daya adalah salah satu kekuatan pendekatan kepemimpinan mereka.

Redaksi SDA Asia Magazine

 
Other Feature
 
Advertisement Space
 
News
 
Article