SingaporeSDA AsiaIndiaSDA India

  • Kamis, 21 Agustus 2008, 20:15
Newsletter


SDA Asia Magazine Digital
          Vol.24/2008
      

Write for Us!

Feature
Social Networking Tidak Hanya untuk Anak Muda

Social networking saat ini telah menjadi fenomena di dunia online dan bertahan selama lebih dari 10 tahun di Amerika Serikat. Banyak media massa melaporkan, keanggotaan social networking akan mengalami penurunan karena tidak ada peningkatan aktivitas yang dapat dilakukan dalam site tersebut.

Hingga saat ini, terdapat teori alternatif yang menyatakan bahwa pertumbuhan social networking melambat karena semakin matangnya orang-orang di dunia.

Hal ini diperkuat dengan bergabungnya orang-orang yang "sibuk" dan kemudian tidak terlalu memiliki antusiasme tinggi dalam keanggotaan mereka. Anggota-anggota seperti ini cukup untuk memberikan peringatan terhadap eksistensi social networking, walaupun pada kenyataannya masih ada pengguna yang sangat berdedikasi terhadap fenomena ini.

Sementara itu, social networking saat ini juga melirik pengguna yang lebih tua untuk berpartisipasi, termasuk orang-orang dewasa yang sibuk dengan karirnya. Fenomena yang kemudian dikenal dengan career networking ini terjalin dalam situs seperti LinkedIn dan Ryze yang kemudian berkembang tidak hanya sekadar menjadi anggota secara individual.

Pada kenyataannya, sites seperti ini kemudian digunakan untuk berhubungan juga dengan sesama pekerja. Eons dan 50Plus misalnya, membangun konten mereka untuk baby boomer dan pensiunan yang kemudian berlanjut menjadi pengguna Internet senior.

Berdasarkan laporan In-Stat pada Maret 2008, kendati social networking masih tetap digunakan oleh anak-anak muda, namun pengguna usia 30 tahun ke atas juga memiliki partisipasi signifikan dalam pengembangan situs ini.

Di lain pihak, kendati audiens social networking yang ada tetap eksis, tantangan social networking saat ini adalah bagaimana menarik perhatian dari anggota yang lebih tua, menumbuhkan keanggotaan di antara user potensial, dan bagaimana mengkapitalisasi keinginan pengguna social networking.

Tentunya, dari survei yang dilakukan In-Stat ini, didapatkan hasil bahwa hanya segelintir responden yang disurvei membayar layanan premium dalam social networking dan video online. Hal yang mencengangkan, konsumen pembayar layanan social networking dan video online berasal dari orang-orang berumur 45-54 tahun.

Redaksi SDA Asia Magazine

 
Other Feature
 
Advertisement Space
 
News
 
Article