SingaporeSDA AsiaIndiaSDA India

  • Sabtu, 30 Agustus 2008, 14:21
Newsletter


SDA Asia Magazine Digital
          Vol.24/2008
      

Write for Us!

Feature
Red Hat Perkenalkan Open Source ke Asia Pasifik

Red Hat resmi memperkenalkan pengembangan terbarunya untuk kawasan Asia Pasifik (AP), yakni Open Source Collaborative Innovation (OCSI). OCSI ini dirancang untuk meningkatkan dan membangun komunitas open source global agar tercapai inovasi gabungan.

OCSI ini mencakup empat program berbeda yang didesain untuk berfokus pada pertumbuhan kebutuhan kesadaran open source serta kolaborasi di Asia Pasifik.

Menurut pihak Red Hat, program ini melibatkan partisipasi Red Hat dalam Program Peningkatan Industri Lokal Infokom (iLIUP) Kementrian Pengembangan Infokom Singapura (IDA), perpanjangan Red Hat Academy di ASEAN, pengukuhan Home of Open Source di Singapura, dan pembangunan Pusat Open Source Red Hat.

Program-program tersebut dikemas untuk berfokus pada semakin banyaknya solusi open source yang tersedia di pasar melalui kerja sama dengan pengembang software lokal, pengembangan kemampuan open source, penyediaan sumber, serta dukungan peningkatan aktivitas komunitas open source.

Presiden dan CEO Red Hat, Jim Whitehurst dalam peluncuran resmi Open Source Red Hat di Singapura mengatakan, walaupun belum menjadi teknologi dominan dalam infrastruktur TI perusahaan, open source hadir sebagai tantangan serius bagi model solusi pengembangan software dan akan menjadi teknologi penting abad ke-21.

Menurutnya, permintaan open source meningkat manakala perusahaan menghadapi realitas paralel, yaitu menipisnya anggaran TI dan bertambahnya tekanan untuk melakukan sesuatu yang lebih banyak dengan sumber yang lebih sedikit. Whitehurst menyatakan, dengan kondisi perekonomian dunia yang tengah goyah, open source bisa menjadi solusi.

Selain itu, Red Hat juga menyadari adanya ketertarikan, kegunaan, dan pengembangan yang sangat besar terhadap open source di kawasan Asia dan menyerahkannya pada teknologi yang mampu menghemat biaya, mudah diatur, meningkatkan inovasi, menghasilkan solusi lebih baik, dan yang terpenting membebaskan seseorang dari kungkungan vendor.

Whitethrust mengatakan, adopsi open source hanya akan meningkat seiring pertumbuhan penggunaan sistem operasi Linux dan pemerintah serta perusahaan semakin serius menanggapi open source.

Menurut IDC, pasar Linux di Asia Pasifik (termasuk Jepang) diharapkan meningkat pada pertumbuhan lima tahunan dengan rasio 21,6% dari tahun 2007 hingga 2011.

Di samping itu, diharapkan pertumbuhan besar open source beberapa tahun mendatang tidak hanya berada di segmen perusahaan melainkan juga di antara semua konsumen. Red Hat melihat bahwa open source mendapatkan tekanan di ranah mobile dengan kehadiran Android, platform handset terbuka Google untuk beberapa tahun ke depan.

Di bawah iLIUP, Red Hat nantinya akan bekerja dengan vendor software independen (ISVs) untuk memperluas jangkauan aplikasi open source bagi perusahaan serta bisnis kecil dan menengah.

Berdasarkan keterangan Whitehurst, Red Hat berencana untuk melatih 1.000 siswa pada tahun 2009 untuk menghadapi meningkatnya permintaan keterampilan Linux seiring melonjaknya adopsi open source di ASEAN.

SDA Asia mengetahui bahwa Red Hat juga telah mempersiapkan untuk meluncurkan program yang serupa di wilayah lain dalam regional.

Redaksi SDA Asia Magazine

 
Other Feature
 
Advertisement Space
 
News
 
Article