SingaporeSDA AsiaIndiaSDA India

  • Jum\'at, 08 Agustus 2008, 01:09
Newsletter


SDA Asia Magazine Digital
          Vol.24/2008
      

Write for Us!

Feature
Spam Meroket di 2008

Proofpoint, penyedia pencegah kehilangan data dan keamanan email, menyatakan, perusahaan-perusahaan akan diserbu oleh spam sebanyak lebih dari dua kali di tahun ini. Selain itu, The Proofpoint Attack Response Center (PARC) mengatakan telah mengamati meningkatnya jumlah spam lebih dari 50% selama kuartal pertama di 2008 disusul spike jangka pendek lebih dari 60%. Sementara itu, beberapa perusahaan telah melihat peningkatan volume spam hingga 200% hanya pada kuartal pertama 2008.

Pengamatan PARC terhadap peningkatan volume spam ini ditujukan bagi perusahaan-perusahaan di seluruh dunia dan memperlihatkan peningkatan rata-rata organisasi. Di lain pihak, tingginya volume email yang dikaitkan dengan serangan email dewasa ini dapat menaikkan jumlah pesan inbound antara 500% dan 700% hanya dalam hitungan jam. Volume spam yang tumbuh berlipat ganda ini secara cepat dapat menjatuhkan infrastruktur jaringan TI sampai ke titik terendah. "Botnet akan terus berkembang dan sejauh ini menjadi sumber utama spam," ujar Andres Kohn, Wakil Presiden Produk Manajer Proofpoint.

Ia menambahkan, serangan Botnet telah menjadi jaringan mesin yang menjanjikan sepanjang sejarah. Ukurannya bertambah dua kali lipat dalam dua bulan terakhir pada 2007. Botnet lainnya seperti Mega-D akan menandingi Storm berkaitan dengan kecanggihan teknik dan berpeluang melampaui Storm sebagai generator spam terbesar. Daya komputer dan sumber jaringan berjumlah sangat besar ini terkait dengan botnet tersebut dan memungkinkan spammers dan scammers secara konstan meningkatkan agresivitas dan skala serangannya.

Kohn menambahkan, besarnya angka pengguna internet yang online di seluruh dunia memperkuat pertumbuhan botnet. "Banyak pengguna yang tidak paham teknik perekayasaan sosial modern dan memiliki keterbatasan akses untuk perlindungan terhadap virus. "Hal ini membuat mereka menjadi target mudah bagi malware yang dirancang untuk menyesuaikan kontrol komputernya," ujar Kohn.

Sementara itu, pakar keamanan pesan Proofpoint menyarankan perusahaan untuk menerapkan kombinasi perlindungan tingkat koneksi dan fitur analisis isi berakurasi tinggi untuk menghambat pertumbuhan volume spam. Hal ini berarti perusahaan tidak hanya membutuhkan teknologi anti spam yang amat efektif, melainkan juga strategi kapasitas efektif yang dapat mengakomodasi fluktuasi volume yang luar biasa cepat. Permasalahannya, sebagian besar perusahaan saat ini belum memiliki teknologi terbaru untuk menghadapi masalah ini.

Redaksi SDA Asia Magazine

 
Other Feature
 
Advertisement Space
 
News
 
Article