• Rabu, 17 Maret 2010, 09:00
Newsletter


SDA Asia Magazine Digital
      

Write for Us!

Indonesia Cellular Show 2005
26.07.2005
ATSI Gelar Indonesia Cellular Show 2005
 
Acara ini digelar mengingat potensi pasar yang bisa diraih masih sangat besar, sekaligus jadi ajang bergengsi untuk memamerkan produk-produk ponsel terkini dan tercanggih.
 


                                                                             

Acara yang diselenggarakan oleh Asosiasi Telepon Seluler Indonesia (ATSI) bekerja sama dengan Dyandra ini, akan diselenggarakan selama lima hari, mulai 20 -24 Juli di Balai Sidang Jakarta Convention Center, Jakarta ini diisi dengan berbagai acara seperti Temu Pelanggan Seluler oleh KOMPAS, Workshop, HP Fashion Show, Talk Show, Lomba cipta lagu jingle Operator, dan Lomba menulis SMS tercepat.

Seperti diungkapkna oleh pihak penyelenggaran, mengingat masih besarnya potensi pasar yang bisa diraih, maka dibutuhkan suatu media promosi yang secara terus-menerus menyampaikan beragam perkembangan teknologi baik dibidang layanan industri seluler maupun teknologi piranti komunikasi seluler itu sendiri kepada masyarakat luas. Berbekal keyakinan tersebut, Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI) dan Dyandra Promosindo kembali menggelar INDONESIA CELLULAR SHOW 2005. 

Berdasarkan data dari ATSI, asosiasi ini memperkirakan angka pelanggan selular akan meningkat 35 %, pada tahun 2005 menjadi sekitar 40 juta pelanggan. Dengan kenaikan pelanggan seluler di atas 20% setiap tahunnya, dan dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai sekitar 210 juta orang, pasar industri seluler adalah pasar yang teramat besar untuk dilewatkan. Industri seluler sendiri dapat dibagi menjadi dua bagian besar yakni industri penyedia jasa layanan serta industri penyedia hardware

Disisi lain, penetrasi pasar telepon seluler di negara berkembang relatif masih kecil. Hal ini dapat dilihat dari hasil survey yang Spectrum Analys/Strategy di beberapa negara seperti Singapura yang mencapai 89%, Thailand 41%, Malaysia 53% dan Filipina sebesar 36%. Artinya, rata- rata penetrasi pasar telepon seluler masih dibawah 50%.

 
Indonesia Cellular Show 2005