• Rabu, 17 Maret 2010, 08:59
Newsletter


SDA Asia Magazine Digital
      

Write for Us!

Article
Siasat Kelola Storage di 2010

Untuk unggul di dalam pasar yang kompetitif seperti saat ini, Ming Sunardi, Country Manager Hitachi Data Systems Indonesia, manyatakan bahwa perusahaan dapat memulainya dengan melakukan sepuluh langkah prioritas pengelolaan storage di tahun 2010. Tiga yang utama adalah dengan melakukan virtualisasi data center, storage ‘awan’, dan pengamanan data.

 

“Peran kami adalah membantu para pelanggan membangun solusi storage yang berbiaya efektif dan berkesinambungan sehingga bisa mendukung bisnis pelanggan baik saat ini, maupun dalam mengantipasi tantangan di masa datang,” ujarnya.

 

Berikut adalah 10 prioritas Investasi Storage yang direkomendasikan perusahaan penyedia teknologi storage, VMWare di 2010.

 

1.      Virtualisasi Data Center: Virtualisasi adalah prasyarat teknologi untuk membangun data center masa depan yang dinamis. Selama 2009, ada kecenderungan penambahan jumlah node (scale-out) storage modular berbiaya rendah melalui teknologi switch seperti Ethernet dan RapidIO. Namun cara ini memiliki kelemahan, yakni sumber daya pada node tidak bisa ditambahkan (scale-up). Untuk itu pada 2010, akan lebih banyak sistem storage yang bisa melakukan scale-out dan scale-up sekaligus, sesuai kebutuhan kapasitas dan kinerja. Dengan cara ini, perusahaan bisa memenuhi kebutuhan jaringan, prosesor dan sistem operasi virtual seperti VMware dan Hyper V yang lebih cepat.

2.      Cloud Storage: Istilah komputasi awan sering menjadi perumpamaan yang merujuk pada Internet. Dalam storage ‘awan,’  beberapa server storage di-‘awan’-kan untuk menyembunyikan kompleksitas infrastruktur TI di belakangnya, sehingga kapasitas storage diberikan seperti layanan dengan skema “bayar sesuai penggunaan.” Hitachi melihat pemahaman komputasi awan akan terus meningkat pada 2010, dengan fokus pada pembuatan ‘awan’ privat maupun penyedia layanan ‘awan.’ Seiring dengan itu, adopsi cloud storage akan didorong kemajuan teknologi yang memungkinkan fungsi-fungsi kunci seperti pengamanan, kemampuan melayani beberapa user sekaligus dan, model pembayaran.

3.      Storage berjenjang otomatis: Semakin banyak organisasi TI mengotomatisasi manajemen storage berjenjang (tiered-storage) yang berbasis kebijakan untuk mencapai tingkat efisiensi ekonomi sambil tetap memenuhi target tingkat ketersediaan bisnis. Tahun depan, akan semakin marak penggabungan manajemen tiered-storage dengan virtualisasi storage dan thin provisioning sehingga bisa menurunkan biaya investasi dan operasional secara signifikan.

4.      Peningkatan adopsi Dynamic (thin) Provisioning: Istilah thin provisioning adalah kemampuan untuk menyediakan sumber daya komputasi – dalam hal ini storage - dengan mudah, dalam tempo singkat dan sesuai kebutuhan. Thin provisioning yang dinamis adalah kemampuan kunci untuk menurunkan biaya operasional. Thin provisioning mampu: menghilangkan sampah ruang storage yang tak digunakan; menurunkan biaya pemindahan dan penggandaan volume-volume storage yang ‘gemuk’ dengan meniadakan kapasitas tak terpakai; mengembalikan hingga 40% atau lebih kapasitas tak terpakai; mengurangi waktu pengadaan storage dari hitungan jam ke menit. Dengan berbagai kemampuan tersebut, Hitachi memperkirakan teknologi dynamic (thin) provisioning akan menjadi prioritas pelanggan pada 2010.

5.      IT yang berkesinambungan: Tahun depan, proyek-proyek TI ‘hijau’ akan semakin marak karena IT manager mulai menyadari bahwa proyek semacam ini mendapat dukungan dari perusahaan. Akan muncul pula jabatan baru dalam organisasi, yakni Sustainable IT Manager yang bertanggung jawab mengenali dan mengelola program-program Green IT.

6.      Pertumbuhan platform pengarsipan konten: Firma riset IDC memperkirakan data-data konten akan tumbuh paling pesat mencapai 121% setiap tahunnya. Dengan demikian, platform konten harus bisa berkembang hingga puluhan Petabyte dan mampu menangani berbagai macam format data. Hitachi memperkirakan permintaan Content Archive Platform akan meningkat pada 2010.

7.      Keamanan: Para manajer TI senantiasa berjuang menyeimbangkan antara menangani risiko keamanan dengan menyediakan infrastruktur terbaik yang diukur dari throughput, ketersediaan, skalabilitas, biaya dan kompleksitas. Setiap organisasi harus bisa memutuskan keseimbangan di antara komponen tersebut sesuai dengan situasi dan nilai data. Pada 2010, investasi storage para IT manajer akan mempertimbangkan prioritas seperti kerahasiaan data, pembersihan data dan keamanan data.

8.      Layanan Terkelola: Dalam organisasi TI modern, pemgadaan aplikasi baru atau pelaporan kinerja SAN dikelola melalui layanan terkelola (managed services) jarak jauh. Seiring dengan tumbuhnya permintaan managed services, akan semakin banyak penawaran baru sebagai alternatif yang efisien dan berbiaya efektif bagi perusahaan.

9.      Peningkatan Kinerja via Drive berbasis Flash atau Solid State Drives (SSD): Selama ini biaya drive berbasis flash dianggap tidak ekonomis dibandingkan hard drive tradisional, walaupun kinerjanya lebih baik – terutama dengan tingkat latency-nya yang rendah, kecepatan I/O yang tinggi dan efisien dalam konsumsi daya. Hitachi memperkirakan semakin banyak teknologi berbasis flash yang ditawarkan dalam satu paket solusi bagi pelanggan. Para pelanggan harus memperhatikan pengamanan tambahan berupa enkripsi data pada SSD sebelum menggunakannya.

10.  Konvergensi Ethernet dalam Data Center (FCOE /DCIB ): Hitachi memperkirakan adopsi switch di sisi storage akan meningkat seiring dengan munculnya standar industri yang memungkinkan multi-pathing dan penurunan beban jaringan. Pada 2010, akan ada investasi yang cukup besar dalam infrastruktur Fibre Channel (FC) hingga 8 Gbps FC.  Tingkat gangguan bisnis dari transisi ke 8 Gbps FC tidak dari transisi ke 10 Gbps FCoE, sehingga adopsi FCoE untuk storage mungkin membutuhkan waktu lebih lama.

 
Other Article
 
 
News
 
Feature