• Rabu, 17 Maret 2010, 14:43
Newsletter


SDA Asia Magazine Digital
      

Write for Us!

Article
Operator Cina Terpengaruh Pasar, Turut Membuka Toko Aplikasi

Setelah Apple sukses dengan Apple App Store-nya, toko aplikasi perangkat bergerak jadi perbincangan utama, dan menarik minat dari banyak pemain lainnya untuk turut terjun ke pasar ini. Beberapa pemain besar dunia yang telah melakukannya adalah Apple dengan App Store, Nokia dengan Ovi Store, RIM dengan BlackBerry App World, Google lewat Android Market, dan Microsoft menjual aplikasinya di Windows Marketplace for Mobile, Diluarpemain besar tersebut, terdapat pula situs penyedia aplikasi seperti GetJar, Handango dan Handmark.

Setelah mengamati perkembangan pasar tersebut, tiga operator Cina kemudian berinisiatif untuk meluncurkan toko aplikasi serupa. Toko ini dikembangkan selain untuk mengembangkan sumber penerimaan langsung dan tak langsung, tapi juga untuk meningkatkan kesetiaan pelanggan dan meningkatkan standar ekosistem jaringan mereka di Cina.

Pengunduhan aplikasi dari Ovum Mobile memperkirakan bahwa pada 2009 hingga 2014 yang terhitung dari penghujung tahun 2008 hingga akhir 2014, jumlah aplikasi yang diunduh dari saluran non-operator diseluruh dunia akan tumbuh dari 491 juta ke 18,7 milyar. Untuk wilayah Asia-Pasifik pertumbuhan itu akan bergerak dari 27,8 juta ke 3,67 milyar, dengan CAGR sebesar 108%. Salah satu pendorong pertumbuhan ini adalah akibat permintaan aplikasi perangkat bergerak di Cina. Pertumbuhan dari wilayah ini diperkirakan akan melebihi jumlah permintaan keseluruhan di Asia-Pasifik.

Kesigapan tiga operator Cina membaca pasar, dibuktikan dengan berdirinya toko aplikasi mereka. China Mobile meluncurkan Mobile Market pada Agustus 2009, China Telecom meluncurkan eSurfing Space Application Market pada Oktober 2009. Dan, China Unicom Shanghai meluncurkan WO Store. Baru-baru ini bahkan dilaporkan bahwa China Unicom memutuskan untuk membangun toko aplikasi kelompok bertingkat.

Tantangan Berat para Operator Cina

Operator Cina ini menghadapi tantangan berat dari pemain yang telah bermain terlebih dulu, seperti Apple dan Nokia. Pemain lama ini telah memiliki pengalaman dan mapan dalam perangkat, pemrosesan, dukungan, dan saluran yang memuaskan kebutuhan pengembang serta pengguna akhir.

Menghadapi mereka, para operator Cina ini perlu mengembangkan toko aplikasi bergengsi milik mereka sendiri yang dapat melayani beragam perangkat yang berbeda dan terus berkembang, sambil tetap menarik dan mengatur banyak detail mengenai pengembangan aplikasi.

Mungkin akan sulit pula bagi para operator ini meyakinkan pelanggan untuk membeli aplikasi dari toko mereka. Perilaku pelanggan di Cina cenderung peduli dengan banyaknya pelanggan yang menggunakan aplikasi gratis tersebut. Sebagai tambahan, citra operator Cina telah dihancurkan oleh laporan rumor biaya yang terlalu mahal. Operator-operator Cina ini mesti meningkatkan keuntungannya.

Platform ternama kurang diperhatikan oleh para konsumen di Cina jika dibandingkan dengan pasar yang lebih matang. Sehingga kesempatan masih terbuka bagi para operator ini untuk mengembangkan toko mereka. PAra operator Cina juga memiliki akses langsung dengan basis pelanggan mereka yang besar, yang memberikan mereka skala ekonomis dan posisi negosiasi yang kuat. Berbagi budaya yang sama dengan pelanggan juga merupakan kesempatan untuk mengembangkan toko dengan antarmuka,layanan, dan aplikasi, rasa lokal. Tambahan lainnya adalah kemampuan pengiriman layanan yang kuat dari para operator ini.

Selain itu, beberapa saluran aplikasi non-operator menyerahkan urusan pembayaran menggunakan kartu kredit, padahal kepemilikan kartu kredit di Cina rendah, dan pembayaran dengan kartu kredit online tidak populer akibat persoalan keamanan. Ini menjadi kesempatan lain bagi operator Cina unutk menyediakan pembayaran yang lebih terpercaya dan nyaman dari yang diterapkan penyedia aplikasi non-operator, misalnya dengan menambahkan pembayaran tersebut ke dalam tagihan.

untuk menangani berbagai kesulitan yang mungkin mereka hadapi, operator-operator Cina ini mesti cepat belajar dari para pemain yang telah ada sebelumnya atau bermitra dengan mereka. Sementara untuk mengurangi kerumitan, mereka dapat mempromosikan aplikasi yang tidak sensitif-perangkat. Perilaku pengguna pun dapat ditumbuhkan dengan by menerapkan manajemen pembayaran yang ketat, melakukan transparasi tagihan, dan melalui berbagai inisiatif lain seperti percobaan gratis.

Untuk meningkatkan keunikan, operator dapat mengombinasikan bisnis aplikasi mereka dengan layanan pengiriman, seperti menjual layanan konten dan bernilai tambah milik mereka saat ini di dalam toko aplikasi, serta menawarkan aplikasi yang membutuhkan pembayaran berkelanjutan atau layanan yang dikirimkan oleh operator. YAng terpenting, mereka perlu membatasi investasi dan harapan mereka mengenai bisnis ini demi mengurangi resiko. Untuk informasi tambahan, silahkan lihat laporan strategi Operator dari Ovum dalam ekosistem toko aplikasi.

Secara umum kami skleptis mengenai tingkat kesukaan terhadap toko aplikasi yang disediakan operator terkait dengan berbagai vendor henset dan pihak ketiga. Namun kami percaya, bahwa operator dominan, China Mobile, memiliki kesempatan yang baik untuk sukses. Sebab ia memiliki basis pelanggan yang besar, pengalaman kemitraan perangkat bergerak yang solid, serta citra yang baik. Operator ini juga telah membentuk kerjasama dengan Mobile Market, yang merupakan mitra vendor henset seperti Nokia dan RIM. Sebagai tambahan, operator ini memiliki potensi untuk mendapatkan lebih banyak sinergi dengan sistem operasi henset itu sendiri, OPhone, yang diluncurkan akhir Agustus lalu.

China Telecom dan China Unicom, keduanya memiliki jumlah pelanggan yang lebih sedikit, serta kemampuan yang lemah dalam operasi perangkat bergerak, khususnya dalam bisnis aplikasi perangkat bergerak. Bagi mereka, direkomendasikan pilihan lain yang kurang beresiko dan tak begitu sulit - misalnya bermitra atau meningkatkan portal mereka.



Sherrie Huang, Analis OVUM

 
Other Article
 
 
News
 
Feature