• Selasa, 16 Maret 2010, 14:23
Newsletter


SDA Asia Magazine Digital
      

Write for Us!

Article
Grid Aplikasi untuk Tingkatkan Efisiensi

Dengan kecenderungan ekonomi yang terus berubah seperti saat ini, kami melihat organisasi berusaha meningkatkan efisiensi. Para eksekutif mencari cara untuk memangkas pengeluaran. Mereka mencari yang terbaik yang dapat dihasilkan dari investasi TI yang mereka miliki saat ini. Departemen TI mendapat tekanan untuk menyediakan aplikasi yang tepat untuk memenuhi kebutuhan permintaan yang terus mendesak, sementara tetap harus menjaga kualitas layanan tingkat tinggi. Berbagai tekanan ini, menimbulkan konsep seperti grid aplikasi, menjadi lekas menarik perhatian. Namun bagaimana anda mendapatkan grid aplikasi? Apakah in isesuatu yang mesti dibeli? Apakah ini sesuatu yang harus dilakukan?

Jika pada industri, grid digunakan untuk menghimpun kekuatan dan kegunaan sumber daya yang tengah diproduksi untuk memenuhi kebutuhan listrik pengguna yang beragam, hemat biaya, dan terpercaya. Maka, pendekatan grid aplikasi untuk infrastruktur TI fokus pada pengumpulan, berbagi, dan penyesuaian sumberdaya yang dinamis. Dari perspektif skalabilitas, grid aplikasi secara otomatis beradaptasi dan memindahkan sumber daya dari wilayah yang kurang membutuhkan ke wilayah yang paling membutuhkan. Produk kunci seperti server aplikasi akan menyediakan dasarnya. Untuk membentuk grid aplikasi, produk berlapis ini berlapis dengan grid data in-memory untuk penempatan memori secara dinamis lintas grid bersamaan dengan sistem manajemen enterprise yang memungkinkan pemantauan dan pengaturan pada level lokal dan grid.

Sangat penting untuk diperhatikan bahwa grid aplikasi bukanlah rancangan seluruh atau tidak sama sekali. Secbagai contoh, organisasi yang membuat infrastrukturnya lebih fleksibel dan terukur dengan investasi kecil dalam teknologi aplikasi grid. Dalam contoh lainnya, investasi jangka panjang pada teknologi apliaksi grid, akan menurunkan biaya infrastruktur untuk paket besar misi aplikasi bermisi penting. Beberapa vendor middleware akan menawarkan beberapa teknologi yang membantu pelanggan berkembang melalui grid aplikasi utnuk memungkinkan pembagian yang lebih baik dari sumberdaya fisik antar paket aplikasi yang dibutuhkan untuk efisiensi yang lebih baik, bebas perhitungan resiko, dan perkiraan yang lebih baik dala kualitas layanan.

Mengadopsi pendekatan grid aplikasi dapat membantu organisasi mengurangi biaya perangkat keras dan juga perawatannya. Daripada memelihara server besar untuk aplikasi besar dan server kecil untuk aplikasi kecil secara terpisah, organisasi dapat menggunakan teknologi grid untuk mangaitkan urutan infrastruktur aplikasinya bersama pada sebuah grid besar dari seluruh apliaksinya utnuk berbagi sumber daya yang ada. Sebagaimana infrastruktur komputasi berubah dari hanya memenuhi puncak permintaan dari aplikasi satuan semata, menjadi perangakat yang dapat permintaan kombinasi sari seluruh aplikasi yang ada dalam grid. Hasilnya adalah peningkatan efisiensi yang tajam dari ketersediaan infrastruktur. Sebagai tambahan, solusi ini telah mengubah kenenasan organisasi untuk menstandarisasi dan memoplakan server miliknya. Dengan membawa pendekatan pemotong cookie bagi dasar perangkat kerasnya. dengan menggunakan pendekatan berbasis pola ini, perusahaan telecom besar, yang mengoperasikan hingga 1600 server untuk menjalankan aplikasi berbasis WebLogic, sekarang dapat mengaturnya dengan hanya empat administrator.

Teknologi grid aplikasi tengah menyiapkan revolusi cara belanja TI dalam menjalankan bisnis dalam tiga cara fundamental:

Menemukan SIA dengan Meningkanya Kapercayaan Diri

dengan aplikasi serangakaian aplikasi, pernagkat keras, dan infrastrukutr perangkat lunak, sebuah rid aplikasi dapat secara langsung menggantikan kekuatan komputasi antara beragam aplikasi untuk dioptimalkan secara penuh. Atau paa aplikai yang terdapat di gripdan bahkan mengakomodasikan permintaan tiba-tina dan tidak diperkirakan sebelumnya. Hal ini membuat tim TI meningkatkan kepercayaan diri bahwa mereka dapat menemukan SLA yang ketat.

Disamping membebaskan sumber daya komputsi, grid aplikasi sesunguhnya mengotomasi usaha pematuhan SLA dengan mengawasi terus menerus dan dynamic provisioning.

Membuat Toko TI yang Lebih Hijau

Keindahan dari pendekatan grid aplikasi bahwa disamping meningkatkan performa TI secara keseluruhan, solusi ini juga membutuhkan sumberdaya fisik yang lebih sedikit. pengurangan dalam sumberdaya fisik seperti server juga brarti pengurangan listrik yagn dibutuhkan untuk melakukan pelayanan.

Mesin yang lebih sedikit, digabungkan dengan pengawasan otomatis, provsioning, dan penyebaran juga memugkinkan pengurangan sumber daya manusia untuk memastikan sistem tetap berjalan optimal.

Menyingkirkan Hambatan TI

Permintaan bisnis seringkali tidak memperhitungkan TI, meninggalkan TI berjuang sendiri untuk bertahan. Permintaan bisnis yang menyala-nyala dan SLA telah membuat operasi Ti harus lebih gesit. Sebagaimana permintaan keseluruhan meningkat dari waktu ke waktu, grid apliaksi dapat diurutkan, arsitektur memungkinkan hal ini dilakukan dengan cara yang lebih nyaman.

Akhirnya disimpulkan bahwa, organisasi mencari keuntungan besar dari pengembangan grid aplikasi pada pusat data mereka dan efisiensi besar pada aplikasi infrastruktur, peningkatan performa, dan peningkatan kemampuan untuk merespon kebutuhan akan perubahan. Hasilnya bervariasi dengan jangkauan perangkat keras dan perangkat lunak lini bawah Ti berbiaya rendah, hingga layanan pelanggan yang lebih baik dan lebih cepat. Selain meningkatkan manajemen dan kendali dari pekerja TI. Dengan menggunakan eknologi grid aplikasi, organisasi dapat mengurangi biaya operasional mereka sementara tetap memposisikan diri mereka lebih baik dari para pesaing.

 
Other Article
 
 
News
 
Feature