SingaporeSDA AsiaIndiaSDA India

  • Kamis, 21 Agustus 2008, 01:27
Newsletter


SDA Asia Magazine Digital
          Vol.24/2008
      

Write for Us!

Article
CEO Asia Galakkan Investasi untuk CSR

CEO di kawasan Asia Pasifik berinvestasi dalam Corporate Social Responsibility (CSR) lebih cepat daripada rekan-rekan mereka di tingkat global.

Dalam temuan IBM 2008 Global CEO Study, ditemukan bahwa CEO Asia Pasifik menyatakan bahwa mereka sedang melakukan berbagai perubahan berani dari desain dan model bisnis agar dapat meraih lebih banyak pelanggan baru dan pelanggan "omnifora informasi" yang berubah-ubah.

Hal ini termasuk meningkatkan investasi CSR yang lebih cepat hingga mencapai 42%. Padahal, rata-rata investasi di tingkat global hanya 25%. Di lain pihak, temuan pendahuluan dari studi ini di Cina Besar menunjukkan bahwa perusahaan asing meningkatkan investasi mereka hingga 52%.

Menurut Steven Davidson, Wakil Presiden dan Mitra, Strategy & Change Consulting, Asia Pacific & Greater China Group, IBM Global Business Services, CEO di kawasan Asia Pasifik memandang CSR sebagai hal yang penting dan merupakan faktor pembeda dalam strategi bisnis mereka. Hal ini terlihat jelas di dalam studi ini, di mana 81% CEO Asia Pasifik dan 84% CEO di Cina Besar mengkonfirmasikan harapan mereka yang besar dari CSR. 

Sementara itu, dibandingkan rekan-rekan global mereka, CEO di Asia Pasifik dan Cina Besar berpikiran positif tentang dampak meningkatnya kemakmuran dari perkembangan perekonomian yang baru terjadi. Pandangan positif ini dinyatakan oleh 82% CEO di Asia dan 93% di Cina Besar, dibandingkan 67% di tingkat global.

Selain itu, CEO Asia Pasifik meningkatkan investasi mereka untuk merespon permintaan pelanggan-pelanggan yang semakin makmur, terutama di Cina, di mana 30% dari investasi global mereka dialokasikan ke bidang ini. Selain itu, CEO Asia Pasifik juga meningkatkan investasi untuk melayani pelanggan yang semakin kolaboratif. 

Dari studi bertajuk "The Enterprise of the Future" didapatkan hasil bahwa CEO Asia Pasifik mengubah variasi kemampuan mereka, memperluas kemitraan, mengglobalisasikan produk dan layanan, serta mengoptimalkan operasi di tingkat global. Selain itu, CEO di Cina Besar memilih model global dan berfokus pada perubahan kemampuan yang bervariasi, pengetahuan dan aset mereka, serta menerapkan Mergers & Acquisitions (M&A). Hal ini terlihat jelas pada perusahaan-perusahaan lokal di Cina.

Dengan demikian, menyadari bahwa inovasi model bisnis merupakan faktor pembeda yang penting, 71% CEO Asia Pasifik menggunakan teknologi dan pengintegrasian global untuk berfokus pada inovasi model bisnis. Selain itu, sebagian besar CEO Asia Pasifik lebih fokus pada kemitraan dan model bisnis kolaboratif.

Namun demikian, CEO yang handal juga memberikan perhatian yang kuat untuk menginovasikan seluruh model industri mereka. Menariknya, CEO Cina Besar cenderung untuk berfokus pada inovasi model industri (33%), dibandingkan dengan CEO di tingkat global yang hanya fokus pada model ini dengan nilai 18%.

Dari studi ini didapatkan hasil bahwa CEO Asia Pasifik beranggapan bahwa akan terjadi perubahan besar dalam organisasi mereka, yaitu sebesar 84% di Asia Pasifik dan 89% di Cina Besar. Selain itu, mereka juga merasa lebih percaya diri tentang kemampuan dalam mengelola perubahan jika dibandingkan rekan-rekan globalnya. Namun demikian, jurang perubahan di Asia Pasifik telah melonjak dari 6% di tahun 2006 menjadi 18% di tahun 2008.

Redaksi SDA Asia Magazine

 
Other Article
 
Advertisement Space
 
News
 
Feature