SingaporeSDA AsiaIndiaSDA India

  • Jum\'at, 05 September 2008, 18:33
Newsletter


SDA Asia Magazine Digital
          Vol.24/2008
      

Write for Us!

Article
Menilik Kebutuhan Storage di Awal Tahun 2008

Dalam perencanaan storage, poin-poin penting yang perlu mendapat perhatian organisasi atau perusahaan di antaranya masalah keamanan, pemulihan bencana, kapasitas, kepatutan, dan utilisasi disk. Selain itu, manajer TI terus menyerukan upaya menekan biaya operasi dan pengelolaan storage.

Seiring belanja teknologi yang diperkirakan turun akibat melemahnya ekonomi Amerika Serikat (AS), perusahaan berada di bawah tekanan untuk mendapatkan yang terbaik dari belanja TI mereka. Perusahaan yang bergulat dengan masalah biaya, pengelolaan, dan alokasi sumber daya dalam infrastruktur storage, harus benar-benar memberikan perhatian. Berbagai teknologi baru telah tersedia untuk menangani masalah-masalah tersebut.

Sementara itu, tahun 2008 diprediksi menjadi tahun berkembangnya teknologi seperti de-duplikasi, thin provisioning, dan service-oriented storage. Teknologi tersebut berkembang di saat yang tepat karena sebagian besar organisasi TI dalam perusahaan dewasa ini menghadapi tingginya tingkat pertumbuhan data. Di lain pihak, anggaran TI menyusut, sementara harapan orang terhadap TI semakin tinggi.

Berikut ini adalah kemajuan teknologi utama yang akan berdampak pada bisnis 2008:
1. Services-oriented storage akan menjadi syarat pelengkap Service Oriented Architecture, terutama dalam hal aplikasi dan Service Oriented Infrastructure dalam hal infrastruktur sebagai upaya mewujudkan data center yang dinamis di masa depan. Service-oriented Storage mensyaratkan adanya lapisan virtualisasi dalam storage dalam unit kontrol yang memungkinkan sistem storage menjalankan fungsi-fungsi canggih seperti global cache berkinerja tinggi, replikasi jarak jauh, tiered storage, dan thin provisioning

2. Layanan storage yang berbasis konten, file, dan blok akan berkonvergensi ke dalam platform virtualisasi umum. Dengan penyediaan jalur yang berbeda untuk sistem storage konten (arsip), file, dan blok, akan terlihat konvergensi dari ketiga tipe storage tersebut menjadi satu platform virtualisasi umum. Artinya, klaster-klaster server konten dan server file berkemampuan high-availability akan menggunakan satu blok virtualisasi bersama, di bawah satu payung peranti pengelolaan. Hal ini memungkinkan server konten dan server file memanfaatkan layanan seperti replikasi jarak jauh, thin provisioning, atau virtualisasi dari sistem storage heterogen.

3. Thin provisioning akan membantu perusahan meningkatkan utilisasi storage. Thin provisioning sangat bermanfaat untuk mendongkrak utilisasi storage dengan menghapus pemborosan kapasitas storage yang sudah dialokasikan sebelumnya tetapi tak terpakai. Efek penghematan ini akan berlipat ganda dengan menghapus salinan alokasi tak terpakai tersebut setiap kali pada siklus backup, replikasi, penggalian data, uji coba, dan distribusi data. Kemampuan meningkatkan utilisasi ini akan disambut baik oleh pendukung teknologi "hijau" karena bisa menekan pertumbuhan biaya.

4. De-duplikasi akan menjadi kunci mengurangi biaya penyimpanan data. De-duplikasi ini khususnya sangat efektif meniadakan duplikasi data pada saat backup. Kemampuan untuk mengurangi aliran data hingga 20 sampai 30 kali akan sangat berharga dalam menekan biaya penyimpanan data hingga di satu titik di mana akan lebih memungkinkan menyimpan data backup di disk yang sifat operasional ketersediaan dan kehandalannya lebih baik dibandingkan tape. Bentuk de-duplikasi yang lain seperti menyimpan hanya satu salinan data untuk arsip dan kemampuan menyalin pada saat menulis data pada proses snapshot akan menjadi sesuatu yang lazim.

Tren storage ini akan terus berubah seiring waktu. Apalagi kecepatan pertumbuhan kebutuhan data telah melampaui kemampuan solusi penyimpanan data. Dengan demikian, tak mungkin terus menambah peranti penyimpanan data karena kekurangan tempat di data center. Hal ini disebabkan perusahaan sangat membutuhkan solusi-solusi baru untuk storage mereka.

Di awal tahun 2008 ini, perusahaan tentu punya alasan untuk tetap optimis akan kebutuhan storage mereka. Perkembangan berbagai teknologi baru akan membantu mereka mendapatkan manfaat maksimal dari belanja storage. Hal ini akan membawa penghematan biaya operasional dan pengelolaan storage perusahaan. Selain itu, perusahaan bisa terus mengatasi kebutuhan penyimpanan data yang terus meningkat tanpa khawatir kehabisan kapasitas ruangan data center atau anggaran. Semua terpulang pada manajer TI untuk mengadopsi teknologi baru yang bermanfaat bagi perusahaan mereka itu.

Widia Yurnalis

 
Other Article
 
Advertisement Space
 
News
 
Feature