Karena pemanasan global, perusahaan akan menetapkan target untuk mengurangi emisi karbonnya. Kendati demikian, permintaan akan daya komputasi semakin tinggi. Selain itu, bandwidth jaringan dan kapasitas storage pun akan meningkatkan kebutuhan daya dan pendinginan pada data center.
Sementara itu, pemerintah AS baru saja menyelesaikan kajian yang memperkirakan sektor TI menghabiskan sekitar 61 miliar kilowatt-hours (kWh) pada 2006 (1,5% dari total konsumsi listrik di AS) dengan biaya listrik sekitar USD 4,5 miliar. Angka-angka tersebut diprediksikan meningkat dua kali lipat dalam lima tahun ke depan.
Di lain pihak, keruntuhan pasar perumahan di AS, harga minyak yang semakin meningkat, dan turunnya nilai tukar dollar AS akan menciptakan ketidakpastian ekonomi. Anggaran pun menjadi ketat dan TI semakin dituntut untuk bisa mengerjakan lebih banyak hal dengan sumber daya yang sedikit. Hal ini akan mendorong TI mengkonsolidasikan sumber daya TI melalui virtualisasi, peningkatan utilisasi sumber daya server dan kapasitas storage, mengurangi redundancies dengan de-duplikasi dan single instance store, serta menekan produksi data melalui pemanfaatan produk pengarsipan secara agresif.
Menurut Hu Yoshida, CTO Hitachi Data Systems, penggunaan arsip saat ini semakin meningkat. Data terstruktur seperti database akan semakin besar karena harus menyimpan lebih banyak data selama waktu yang lebih lama karena tuntutan regulasi. Data semi-terstruktur, seperti e-Mail, halaman Web, dan data dokumen juga semakin besar. Kuota e-Mail korporasi akan meningkat dari di bawah 200 MB saat ini menjadi 2GB untuk mendukung lebih banyak knowledge pekerja dan berkompetisi dengan penawaran e-Mail gratisan dari Google dan AOL.
Dengan kebutuhan penggunaan arsip yang makin meningkat ini pun menciptakan kesadaran akan makin terbatasnya storage. Orang semakin sadar bahwa storage yang menyimpan data semakin tidak efisien, utilisasi rendah, terpisah-pisah, terlalu banyak salinan, akses lambat, kemampuan pencarian yang tak efisien, memungkinkan terganggunya jalannya bisnis.
Tak heran bila membeli arsitektur storage lama tak lagi menjadi pilihan solusi. Dengan kata lain, membeli prosesor storage lebih cepat dengan kapasitas lebih besar di atas arsitektur berusia 20 tahun yang sama tak lagi memadai. "Dibutuhkan arsitektur storage baru untuk memenuhi perubahan kebutuhan ini," ujar Hu. Arsitektur storage ini tentunya memiliki skalabilitas dalam kinerja, konektivitas, dan kapasitas hingga beberapa petabytes. Selain itu, storage baru ini harus bisa menyediakan layanan data dan storage yang baru seperti multi-protocol ingestion dan pencarian, lintas storage arrays heterogen dengan pengelolaan tersentralisasi, aman, dan terlindungi.
Mobilitas Data Menjadi Kebutuhan Utama
Seiring kebutuhan ketersediaan aplikasi secara terus-menerus, TI membutuhkan kemampuan memindahkan data tanpa mengganggu aplikasi. Sebelumnya pemindahan ini dilakukan melalui peranti lunak, namun cara ini mencuri siklus proses dari aplikasi dan terbatas pada link IP berkecepatan rendah untuk memindahkan data. Namun seiring meningkatnya volume data, cara ini menjadi sangat mengganggu. Pergerakan data harus melalui sistem storage yang bisa memindahkan data dari link Fibre Channel berkecepatan tinggi tanpa melalui siklus proses aplikasi. Cara ini akan semakin penting peranannya saat migrasi data ke storage dengan kapasitas yang lebih besar.
Analis industri, Kevin McIsaac dari Intelligent Business Research Services Pty di Australia menegaskan, ide untuk bisa membuat layer (berbasis jaringan) virtualisasi di atas storage array memiliki kelemahan serius saat ini. Dia menjelaskan, cara ini akan menghasilkan pandangan lowest common denominator dari infrastruktur sehingga menghilangkan kemampuan-kemampuan bernilai tambah dari array tersebut. "Jenis virtualisasi ini menambahkan satu lapisan lagi sehingga menambah kompleksitas arsitektur yang berujung pada penurunan kinerja, menjadi sumber potensial kegagalan, dan menciptakan kondisi vendor lock-in. Pendekatan Control Unit Virtualisation menurut Kevin mampu mengangkat kekayaan fungsi dari unit kontrol untuk meningkatkan fungsionalitas pada storage array.
Redaksi SDA Asia Magazine





